Home / Artikel / Artikel Lepas / Hadits Palsu! Memuliakan Anak Yatim Tidak Hanya di Hari ‘Asyura

Hadits Palsu! Memuliakan Anak Yatim Tidak Hanya di Hari ‘Asyura

Senyum Anak Yatim
Senyum Anak Yatim

thayyiba.com :: Dalam sebuah riwayat disebutkan:

من مسح على رأس يتيم في يوم عاشوراء رفعت له بكل شعرة على رأسه في الجنة درجة

“Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari ‘Asyura (10 Muharram), maka akan diangkat kedudukannya satu derajat di surga dari tiap satu helai rambut yang diusapnya.” (Tanbihul Ghafilin – Abul Laits As-Samarqandhi)

Al-Imam Ibnul Jawzi dalam kitab beliau “Al-Mawdhu’at” mengatakan, “Hadits ini mawdhu’ (palsu)”. Sebab dalam sanadnya ada rawi yang bernama Habib bin Abi Habib, ia dikenal pendusta dan suka memalsukan hadits. Sehingga riwayat tersebut tidak bisa menjadi dalil anjuran menyantuni anak yatim pada hari ‘Asyura.

Al-‘Allamah Abdul Hayy Al-Luknawi mencantumkan riwayat tersebut dalam kumpulan hadits palsu kitab beliau yang berjudul, “Al-Atsarul Marfu’ah fil Akhbaril Mawdhu’ah” 1/94. Demikian pula Al-Imam As-Suyuthi dalam kitabnya “Al-La’ali Al-Mashnu’ah fil Ahaditsil Mawdhu’ah” 2/92.

Maka mengkhususkan tanggal 10 Muharram sebagai lebaran anak yatim adalah hal yang mengada-ngada dan tidak sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam dan para Shahabatnya.

Dalam sebuah riwayat disebutkan:

من مسح على رأس يتيم في يوم عاشوراء رفعت له بكل شعرة على رأسه في الجنة درجة

“Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari ‘Asyura (10 Muharram), maka akan diangkat kedudukannya satu derajat di surga dari tiap satu helai rambut yang diusapnya.” (Tanbihul Ghafilin – Abul Laits As-Samarqandhi)

Al-Imam Ibnul Jawzi dalam kitab beliau “Al-Mawdhu’at” mengatakan, “Hadits ini mawdhu’ (palsu)”. Sebab dalam sanadnya ada rawi yang bernama Habib bin Abi Habib, ia dikenal pendusta dan suka memalsukan hadits. Sehingga riwayat tersebut tidak bisa menjadi dalil anjuran menyantuni anak yatim pada hari ‘Asyura.

Al-‘Allamah Abdul Hayy Al-Luknawi mencantumkan riwayat tersebut dalam kumpulan hadits palsu kitab beliau yang berjudul, “Al-Atsarul Marfu’ah fil Akhbaril Mawdhu’ah” 1/94. Demikian pula Al-Imam As-Suyuthi dalam kitabnya “Al-La’ali Al-Mashnu’ah fil Ahaditsil Mawdhu’ah” 2/92.

Maka mengkhususkan tanggal 10 Muharram sebagai lebaran anak yatim adalah hal yang mengada-ngada dan tidak sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam dan para sahabatnya. (thayyiba)

Sumber: Fikri Abul Hasan

About Lurita

Lurita

Check Also

Ketika Ilmu Diangkat dan Kebodohan Merajalela

thayyiba.com :: Selama ini, pernahkah kita merenung sudah berapa ulama yang benar-benar memperjuangkan Islam, ilmu agama ...