Home / Artikel / Artikel Lepas / Hukum Mengangkat Tangan Ketika Berdo’a Setelah Shalat Fardhu

Hukum Mengangkat Tangan Ketika Berdo’a Setelah Shalat Fardhu

Ilustrasi tangan diangkat untuk berdo'a
Ilustrasi tangan diangkat untuk berdo’a

thayyiba.com ::  Telah disebutkan kepada kami dari sebagian ikhwah kaum muslimin, bahwa Anda telah berfatwa tentang tidak bolehnya berdo’a setelah shalat fardhu. Hanya saja yang diperbolehkan berdo’a setelah shalat sunnah.

Jika apa yang mereka katakan ini benar, maka kami mengharapkan Anda memberikan penjelasan tentang masalah ini. Dengan menyebutkan dalil-dalilnya, sehingga kami di atas ilmu dalam beragama dan petunjuk Nabi kita?

Tidak dihafal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak pula dari para Shahabatnya radhiyallahu ‘anhum -selama yang kami ketahui- bahwa mereka dahulu mengangkat tangan mereka tatkala berdo’a setelah shalat fardhu.

Maka atas dasar ini, diketahui bahwa perkara ini BID’AH.
Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :

((من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد))

“Barangsiapa yang mengamalkan sebuah amalan yang tidak ada contoh dari kami, maka amalan tersebut tertolak.”
Dikeluarkan oleh al Imam Muslim dalam shahihnya, (no. 3243)

Dan sabda Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam :

((من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد))

“Barangsiapa yang mengadakan suatu perkara yang baru (dalam agama), yang tidak ada contoh dari kami. Maka amalan tersebut tertolak.”
Telah disepakati atas keshahihannya. HR. Muslim (no. 3242)

Adapun berdo’a tanpa disertai mengangkat tangan dan tidak pula dilakukan secara berjama’ah MAKA TIDAK MENGAPA.

Dikarenakan telah tetap dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dari apa yang menunjukkan bahwa Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa sebelum salam dan setelahnya.

Demikian pula pada do’a SETELAH SHALAT SUNNAH, dikarenakan tidak adanya dalil yang melarangnya. WALAUPUN DENGAN MENGANGKAT TANGAN, dikarenakan mengangkat tangan dalam do’a termasuk sebab dari terkabulnya do’a, akan tetapi dengan tidak dilakukan secara terus menerus bahkan sesekali saja.

Dikarenakan tidak dihafal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa Beliau berdo’a dengan mengangkat tangannya setiap selesai shalat sunnah.

Dan setiap kebaikan dengan meneladani Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, serta berjalan di atas manhaj beliau.

Ini berdasarkan firman Allah subanahu wa ta’ala :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik.” QS. al Ahzab : 21. (put/thayyiba)

Kitabud Da’wah (2/109) – Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawi’ah juz 11.

About Lurita

Lurita
Online Drugstore,cialis next day shipping,Free shipping,order cialis black,Discount 10%

Check Also

Ketika Bumi Berguncang

thayyiba.com :: Sebuah musibah dahsyat yang pernah menimpa penduduk desa Legetang di daerah kabupaten Banjarnegara, nyaris ...