Home / Catatan / Catatan Tokoh / Tawwakul Karman, Ibu Revolusi Demonstrasi

Tawwakul Karman, Ibu Revolusi Demonstrasi

1478473442380

thayyiba.com :: Demonstrasi dapat menjadi sebuah jalan untuk menyuarakan aspirasi dan jembatan yang menghubungkan rakyat dengan sang pemimpin. Sehingga apa yang menjadi aspirasi rakyat bisa sampai ke telinga pemimpin. Bukan hanya itu, masa depan suatu negara dapat saja berubah drastis melalui gerakan demonstrasi. Salah satu bukti dari kekuatan demonstrasi ada pada sosok Tawwakul Karman

Wanita bernama lengkap Tawakkul Abdel Salam Karman itu lahir pada tanggal 7 Pebruari 1979 di Mekhlaf, Yaman. Julukannya adalah Iron Women (Wanita Besi) dan Mother of Revolution (Ibu Revolusi). Kenapa demikian?

Predikatnya sebagai Ibu Revolusi didapatkan Tawakkul karena ia memimpin sebuah gelombang protes. Ia berhasil menumbangkan rezim yang memimpin negaranya. Berbagai unjuk rasa sering dipimpinnya hingga berhasil menggulingkan sang diktator Presiden Ali Abdullah Saleh.

Ia adalah seorang jurnalis muslim yang kritis, aktivis hak asasi manusia, sekaligus aktivis dakwah. Ia memimpin sebuah kelompok jurnalistik yang didirikan pada tahun 2005, bernama Jurnalis Tanpa Kekangan, yang secara kritis menyoroti berbagai isu sosial, politik, perempuan, serta hak asai manusia. Korupsi dalam pemerintahan tidak pernah lepas dari perhatiannya. Ia menyuarakan aspirasinya melalui aksi protes dan demonstasi secara rutin sejak Mei 2007 lalu.

Sosok Tawakkul menjadi sosok yang populer di mata dunia ketika pada tahun 2011 ia ditangkap oleh pemerintah Yaman dari dalam mobilnya dan dijebloskan ke penjara. Penangkapan tersebut memancing kemarahan rakyat Yaman. Ribuan demonstran turun ke jalan menuntut pembebasannya. Hal inilah yang mendorong revolusi Yaman, Tawakkul menyebutnya Revolusi Melati.

Selain menyerukan keadilan dan hak-hak wanita, Dalam setiap demonstrasi dan aksi unjuk rasa, Tawakkul selalu mengampanyekan pentingnya perdamaian, kesetaraan hak, dan politik yang berkeadilan. Ia juga menyinggung masalah demokrasi. Baginya, agama bukan ancaman bagi keberlangsungan demokrasi.

Tawwakul Karman menjadi wanita Arab pertama di dunia yang memenangkan penghargaan Nobel. Itu semua karena kegigihannya dalam memperjuangkan hak perempuan, keadilan, perdamaian, dan hak asasi manusia di Yaman.

 

Sumber: Loveislam

About A Halia

A Halia

Check Also

w644 (1)

Mariam Al-Ijliya Muslimah Pembuat Astrolab, Penentu Arah

Ilustrasi Astrolab. tirto.id/Sabit thayyiba.com :: Desember 2014, pesawat Air Asia QZ8501 penerbangan Surabaya menuju Singapura yang ...