Home / Artikel / Artikel Lepas / Merutinkan Shalat Sunnah Rawatib

Merutinkan Shalat Sunnah Rawatib

Shalat rawatib - Ilustrasi gambar
Shalat rawatib – Ilustrasi gambar

thayyiba.com :: Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat lima waktu. Shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat wajib disebut shalat sunnah qobliyah. Sedangkan sesudah shalat wajib disebut shalat sunnah ba’diyah.

Di antara tujuan disyari’atkannya shalat sunnah qobliyah adalah agar jiwa memiliki persiapan sebelum melaksanakan shalat wajib. Perlu dipersiapkan seperti ini karena sebelumnya jiwa telah disibukkan dengan berbagai urusan dunia. Agar jiwa tidak lalai dan siap, maka ada shalat sunnah qobliyah lebih dulu.

Sedangkan shalat sunnah ba’diyah dilaksanakan untuk menutup beberapa kekurangan dalam shalat wajib yang baru dilakukan. Karena pasti ada kekurangan di sana-sini ketika melakukannya.

Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib adalah yang pertama, shalat adalah sebaik-baik amalan, kedua shalat akan meninggikan derajat di surga karena banyaknya shalat tathowwu’ (shalat sunnah) yang dilakukan. Ketiga, menutup kekurangan dalam shalat wajib, dan keempat adalah dengan rutin mengerjakan shalat rawatib 12 raka’at dalam sehari akan dibangunkan rumah di surga.

Dua belas raka’at rawatib yang dianjurkan untuk dijaga adalah:

empat raka’at sebelum Zhuhur,

dua raka’at sesudah Zhuhur,

dua raka’at sesudah Maghrib,

dua raka’at sesudah ‘Isya’,

dua raka’at sebelum Shubuh.

Shalat Qobliyah Shubuh Jangan Sampai Ditinggalkan

Tiga Model untuk Shalat Rawatib Zhuhur

  • Pertama: Empat raka’at sebelum Zhuhur dan dua raka’at sesudah Zhuhur
  • Kedua: Empat raka’at sebelum Zhuhur dan empat raka’at sesudah zhuhur.
  • Ketiga: Dua raka’at sebelum Zhuhur dan dua raka’at sesudah Zhuhur.

Ringkasan Jumlah Raka’at Shalat Rawatib

Shalat rawatib ada yang muakkad (ditekankan untuk dikerjakan) dan ghoiru muakkad (tidak begitu ditekankan untuk dikerjakan).

  • Shalat Shubuh
  • Shalat Rawatib Muakkad

Qobliyah 2 raka’at

  • Shalat Zhuhur
  • Shalat Rawatib Muakkad

Qobliyah 2 atau 4 raka’at

Ba’diyah 2 raka’at

  • Shalat Rawatib Ghoiru Muakkad

2 raka’at ba’diyah

  • Shalat Ashar
  • Shalat Rawatib Ghoiru Muakkad

4 raka’at qobliyah

  • Shalat Maghrib
  • Shalat Rawatib Muakkad

Ba’diyah 2 raka’at

  • Shalat Rawatib Ghoiru Muakkad

2 raka’at qobliyah

  • Shalat ‘Isya
  • Shalat Rawatib Muakkad :

Ba’diyah 2 raka’at

  • Shalat Rawatib Ghoiru Muakkad :

2 raka’at qobliyah

Lebih Bagus Menjalankan Shalat Sunnah di Rumah.

Di antara petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah menjalankan setiap shalat sunnah di rumah, kecuali jika memang ada hajat atau faktor lain yang mendorong untuk melakukannya di masjid.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ صَلاَةُ الْمَرْءِ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ الْمَكْتُوبَةَ

Sesungguhnya seutama-utama shalat adalah shalat seseorang di rumahnya selain shalat wajib.”

Di  antara keutamaan lainnya mengerjakan shalat di rumah, apalagi ketika baru datang dari masjid atau akan pergi ke masjid terdapat dalam hadits Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا خرجت من منزلك فصل ركعتين يمنعانك من مخرج السوء وإذا دخلت إلى منزلك فصل ركعتين يمنعانك من مدخل السوء

Jika engkau keluar dari rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang ada di luar rumah. Jika engkau memasuki rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang akan menghalangimu dari kejelekan yang masuk ke dalam rumah.

Kontinu dalam Amalan itu Lebih Baik.

Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.

An Nawawi rahimahullah mengatakan, ”Ketahuilah bahwa amalan yang sedikit namun konsekuen dilakukan, itu lebih baik dari amalan yang banyak namun cuma sesekali saja dilakukan. Ingatlah bahwa amalan sedikit yang rutin dilakukan akan melanggengkan amalan ketaatan, dzikir, pendekatan diri pada Allah, niat dan keikhlasan dalam beramal, juga akan membuat amalan tersebut diterima oleh Sang Kholiq Subhanahu wa Ta’ala. Amalan sedikit namun konsekuen dilakukan akan memberikan ganjaran yang besar dan berlipat dibandingkan dengan amalan yang sedikit namun sesekali saja dilakukan.”

Ibnu Rajab Al Hambali menjelaskan, ”Amalan yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam adalah amalan yang konsekuen dilakukan (kontinu). Beliau pun melarang memutuskan amalan dan meninggalkannya begitu saja. Sebagaimana beliau pernah melarang melakukan hal ini pada sahabat ’Abdullah bin ’Umar.”

Demikian sedikit penjelasan dari kami mengenai shalat sunnah rawatib. Semoga kita termasuk hamba Allah yang bisa merutinkannya. Hanya Allah yang memberi taufik. (put/thayyiba)

Penulis: Al-Ustâdz Abu Rumaysho, Muhammad Abduh Tuasikal bin Usman Tuasikal

About Lurita

Lurita

Check Also

images (5)

Fahri Hamzah: Teror Gerombolan Pengecut Pengkhianat Bangsa!!!

Thayyiba.com:: Bersabarlah bangsa… Bertahanlah ummat… Mereka cemburu dengan kita… Mereka ingin merampas harmoni kita… #KamiTidakTakut ...