Home / Artikel / Artikel Lepas / Jangan Sampai Menjadi Debu

Jangan Sampai Menjadi Debu

 

Debu dan bunga - Ilustrasi gambar
Debu dan bunga – Ilustrasi gambar

thayyiba.com :: Kita melihat fenomena dimana manusia berlomba-lomba beramal untuk suatu tujuan baik tujuan dunia atau akhirat. Kususnya kaum muslimin yang meyakini akan kehidupan akhirat.

Tentunya setiap muslim ingin hasil jerih payahnya di dunia dapat dirasakan kelak di akhirat. Sebagaimana janji Allah Ta’ala bahwa di sana ada surga, di sana ada kebun-kebun nan indah, di sana ada buah-buahan yang tdk kenal musim, di sana ada sungai madu, susu, air dan khamr dll.

Namun ada yang perlu diperhatikan bagi siapa saja yang ingin menikamtinya kenikmatan yang tiada tara, bisa menjadi penyesalan yang tiada terhingga amalan-amalan yang dia harapkannya bisa musnah begitu saja seperti debu. Sebagaimana Allah

Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. [Al Furqan:23].

Bukan saja amalannya tidak dianggap sebagai amalan yang diterima, bahkan dialah penyebab masuknya ke dalam api neraka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ تَصْلَى نَارًا حَامِيَةً

Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka). [Al Ghasyiah:1- 4].

Berkata Ibnu Abbas,”Khusyu`, akan tetapi tidak bermanfaat amalannya,” diterangkan oleh Ibnu Katsir, yaitu dia telah beramal banyak dan berletih-letih, akan tetapi yang diperolehnya neraka yang apinya yang sangat panas. ( Ibnu Katsir 4/504).

Karena amalannya tidak berdasarkan ilmu yang benar alias tidak ilmiyah.Oleh sebab itu, Imam Bukhari membuat bab di dalam kitab Shahih Beliau, Bab: Berilmu sebelum berucap dan beramal.”

Para Ulama telah menyatakan standard keilmiyahan :

العلمية : ما قال الله وما قال النبي وما قال الصحابة

Ilmiyah adalah apa yang dinyatakan Allah dan dinyatakan oleh Nabi dan dinyatakan oleh Sahabat.

Banyak beramal hendaknya berbanding lurus dengan banyaknya mencari ilmu yang sahih yaitu alquran dan sunnah dengan faham salafu soleh umat yang mulia ini.

Robbi zidni ‘ilma “Ya Rab tambailah ilmuku” wa ‘amalan mutaqabbala” dan amal yang diterima”.

Wallahu’alam. (put/thayyiba)

Oleh :  Ustadz Abu Aminah Abdurrahman Ayub

About Lurita

Lurita

Check Also

harta-tahta

Bermegah-Megahan Dalam Hidup Akan Melalaikan

thayyiba.com :: Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (2) ...