Home / Artikel / Artikel Lepas / Kita Mulai dari Masjid

Kita Mulai dari Masjid

Masjid istiqlal - Ilustrasi gambar
Masjid istiqlal – Ilustrasi gambar

thayyiba.com :: Sobat, masih hangat dan akan terus terasa panasnya di hati anda sebagai orang yang beriman ucapan dan sikap si hoak yang mendustakan ayat-ayat Allah Ta’ala.

Dan saya yakin sebagai orang yang beriman anda geram dan tergugah untuk menyingkirkannya dari bumi Fatahillah, dan kalau bisa membenamkannya ke dalam penjara.

Ya itulah pekikan iman setiap muslim, bukan hanya di bumi Fatahillah, namun seluruh Nusantara dan bahkan di seluruh belahan dunia.

Namun, cukupkah rasa geram dan amarah ?

Tentu saja tidak, harus ada tindakan nyata, bukan dengan sekedar berteriak, dan turun ke jalan, namun lebh jauh dari itu, jauh kita semua bersama sama keluar dari rumah kita dan kemudian menuju ke Masjid meramaikan sholat lima waktu, shalat jum’at, bersimpuh di hadapan para kiyai, ustadz, tuan guru, guna menimba ilmu agama untuk kita amalkan, dan kita dakwahkan.

Sejatinya HOAK dan bala tentaranya tidak menghina anda atau keluarga anda, namun menghina agama anda.

Ia menghina ayat Al Qur’an guna menjauhkan anda dari kitab suci anda.

Karena itu sebagai pembalasan terberat kepadanya ialah dengan cara anda tekun mempelajari dan mengamalkan agama anda, agar dia dan baatentaranya semakin sakit hati dan akhirnya mati ngenes karena ternyata sikapnya, membangkitkan iman dan mengobarkan iman ummat Islam yang sempat surut akibat tipu muslihat bala tentara HOAK dari bangsa JIN.

Berkobarnya iman anda bak badai topan yang dapat menghempaskan dirinya dan ajaran balatentaranya jauh dari bumi yang dimerdekakan dengan tetesan darah para syuhada’.

Saudaraku seiman !!!

Ketahuilah bahwa ulah HOAK dan bala tentaranya yang mencemooh simbol simbol agama bukanlah hal baru, sedari dahulu dilakukan oleh orang-orang kafir, sebagai implementasi dari kekafirannya.

Allah Ta’ala mengabarkan hal ini pada firman-Nya berikut,

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُواْ أَذًى كَثِيراً وَإِن تَصْبِرُواْ وَتَتَّقُواْ فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الأُمُورِ

*Kamu sungguh-sungguh akan diuji pada hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, banyak ucapan yang mengganggu yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang kokoh (Qs. Ali-Imran : 186)

Ya, inilah solusinya, bersabar, bukan berarti memaafkan namun sabar adalah anda tetap tegar dengan iman dan agama anda, dan terus melangkahkan kaki anda dalam mempelajari agama Islam, mengamalkan dan mendakwahkannya .

Ya, selain bersabar anda diperintahkan untuk menegakkan pilar-pilar ketakwaan, yaitu dengan meninghkatkan amal sholeh dan menjauhi kemaksiatan dan kekufuran.

Dengan kedua cara inilah kemenangan dapat diwujudkan bagi ummat Islam.

Allah Ta’ala menyebut ketegaran anda dalam menjalankan agama dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan dengan sebutan ‘azmil umur, alias keteguhan sikap dan ketegaran dalam segala urusan.

Saudaraku !!!

HOAK berani menghinakan simbol simbol Islam karena dia dan balatentaranya sadar bahwa saat ini kebanyakan ummat Islam sedang menderita penyakit kronis, cinta dunia melebihi cintanya kepada agama dan akhiratnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُوشِكُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ الْأُمَمُ مِنْ كُلِّ أُفُقٍ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ عَلَى قَصْعَتِهَا قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمِنْ قِلَّةٍ بِنَا يَوْمَئِذٍ قَالَ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنْ تَكُونُونَ غُثَاءً كَغُثَاءِ السَّيْلِ يَنْتَزِعُ الْمَهَابَةَ مِنْ قُلُوبِ عَدُوِّكُمْ وَيَجْعَلُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ قَالَ قُلْنَا وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الْحَيَاةِ وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

*Tidak lama lagi seluruh ummat akan berbondong bondong mencabikcabik kalian bagaikan orang-orang rakus yang melahap hidangannya. Spontan para sahabat bertanya: Wahai Rasulullaj, apakah hal itu terjadi karena kala itu kita berjumlah sedikit ?*

Beliau menjawab :

*Kala itu kalian berjumlah besar, namun kalian tak ubahnya buih yang dihanyutkan oleh banjir. Rasa gentar telah sirna dari hati musuh-musuh kalian, sedangkan jiwa jiwa kalian dikuasai oleh penyakit al wahanu*.

Kembali para sahabat bertanya :

*Apakah al wahanu itu ?*, Beliau menjawab :

*Cinta kepada dunia dan benci kepada kematian.* (Ahmad dan lainnya)

Ya, benar, saat ini kita dan mayoritas ummat Islam sedang dimabok kepayang oleh hiruk pikuk dunia, kita lalai akan kehidupan akhirat.

Kita lebih senang untuk hidup seribu tahun dan takut untuk hidup di akhirat.

Banyak dari ummat Islam saat ini yang tergiur hingga ngiler hanya dengan diiming-imingin jualan tikus got.

Kondisi ini berbeda dengan para sahabat dan para mujahidin zaman dahulu, mereka lebih senang bila gugur di medan perang dibanding selamat dan pulang membawa rampasan perang dan tawanan perang yang cantik jelita, sebagaimana tergambar dengan jelas pada surat yang dikirim sahabat Khalid bin Walid kepada para punggawa negri Persia :

لأقاتلنكم بقوم يحبون الموت كحبكم الحياة

*Sungguh, aku akan memerangi kalian dengan balatentara yang mencintai untuk mati syahid sebagaimana cinta kalian untuk bisa bertahan hidup*. (Abu Ya’la Al Mushily dan Ibnu Abi Syaibah)

Sahabatku !!!

Mari, melalui kajian kajian ilmu di masjid dan khutbah Jum’at dari atas mimbar masjid kita kobarkan iman dan tebarkan semangat berkorban untuk Islam, dan kita tanggalkan simbol simbol kemaksiatan dan kekufuran.

Percayalah, bila dalam diri ummat Islam telah tumbuh iman, sehingga mereka lebih cinta akhirat dibanding dunia yang fana ini, niscaya HOAK dan balatentaranya akan tunggang langgang. (put/thayyiba)

Allahu Akbar…

Allahu Akbar…

Sumber : http://www.moslemtoday.com/dr-muhammad-arifin-badri-dari-masjid-kita-lawan-hoak-dan-balatentaranya/

About Lurita

Lurita

Check Also

(Foto : istimewa)

RUMAH MASA DEPAN

Oleh : Inayatullah Hasyim   لا دَارَ لِلْمَرْءِ بَعْدَ الْمَوْتِ يَسْكُنُهَا *** إِلا الَّتِي كَانَ ...