Home / Artikel / Artikel Lepas / Mau Sampai Kapan Shalat Kita Tergesa-Gesa?

Mau Sampai Kapan Shalat Kita Tergesa-Gesa?

Shalat yang tergesa-gesa - Ilustrasi gambar
Shalat yang tergesa-gesa – Ilustrasi gambar

thayyiba.com :: Mari berhenti sejenak, sebab ini bukan sesuatu yang remeh. Tahukah kita apa sebabnya sampai Abu Hurairah RA  berkata, sesungguhnya ada seseorang yang shalat enampuluh tahun, tapi tak ada shalatnya yang diterima. Lalu ditanyakan padanya, bagaimana hal itu terjadi? Beliau menjawab, sebab ia tak pernah sempurna sujudnya maupun ruku’nya, berdirinya maupun kekhusyu’annya.

Umar bin Khothob juga pernah berkata, sesungguhnya ada seseorang yang sudah berislam sampai tua dan beruban, tapi bahkan satu rakaatpun ia belum pernah melakukan. Bagaimana itu? sebab ruku’ maupun sujudnya tak pernah sempurna.

Imam ahmad bin hanbal pernah berkata, akan datang suatu masa dimana orang orang melakukan shalat, tapi sejatinya tak pernah shalat, dan aku khawatir bahwa zaman itu adalah zamanku ini.

Duhai imam yang mulia, bagaimana pula jika engkau saksikan zaman kami ini?

 

Imam Ghazali pernah berkata, sesungguhnya ada seseorang yang bersujud, dan ia menyangka dengan sujudnya ia sedang mendekat kepada Allah. Demi Allah, kalau saja dosa dari sujud ini ditampakkan, akan binasa seluruh penduduk negeri. Bagaimana hal itu terjadi? Sebab ia sujud di hadapan Tuhannya, tapi ingatannya sibuk dengan dunia dan segala isinya. maka sujud apa pula ini?

Nabi bersabda, dan Allah jadikan penenang diriku dalam shalat. Pernahkah kita merasakan ketenangan diri di dalam shalat dua rakaat kita? Pernahkah kita rindu bergegas kembali ke rumah Allah untuk melaksakanan shalat? Adakah kita telah merindu datangnya malam untuk bersunyi sunyi bersama-Nya.

 

Allh berfirman, belumkah tiba masanya bagi orang orang beriman untuk khusyu’ hatinya ingat kepada Allah?

Ibnu mas’ud berkata : berjarak empat tahun lamanya antara islam kami dengan turunnya ayat itu, Saat Allah menegur kami yang tak berlaku khusyu’, lalu kami menangis karenanya. Setelahnya kami pergi keluar dan saling mengingatkan dengan ayat itu, hingga kami temui orang orang yang menangis tergugu karenanya, mengingat betapa Allah telah memperingatkan kami dengannya.

Apakah kita pernah merasa bahwa Allah menegur keras dengan ayat ini?’Janganlah melihat kecilnya kema’shiyatan, lihatlah keagungan Dzat yang kau berani berma’shiyat pada-Nya.

 

Semoga Allah membuka hati hati yang terkunci lagi alpa dalam shalatnya. (put/thayyiba)

 

About Lurita

Lurita

Check Also

(Foto : istimewa)

RUMAH MASA DEPAN

Oleh : Inayatullah Hasyim   لا دَارَ لِلْمَرْءِ بَعْدَ الْمَوْتِ يَسْكُنُهَا *** إِلا الَّتِي كَانَ ...