Home / Keluarga / Dakwah Keluarga; Hal yang Berat dan Prioritas Pertama

Dakwah Keluarga; Hal yang Berat dan Prioritas Pertama

Dakwah di dalam keluarga - Ilustrasi gambar
Dakwah di dalam keluarga – Ilustrasi gambar

thayyiba.com :: Apabila saya sudah memutuskan untuk tidak ikut yasinan, tahlilan setelah 3 hari/7 hari dan sebagainya dikarenakan itu bid’ah. Akan tetapi orang tua mengganggap bahwa kita tidak mau mendoakan orang tua. Apabila sudah dijelaskan, masih ada salah paham. Apa yang harus saya lakukan? dan berapa kalikah seharusnya anak berkunjung ke rumah orangtuanya dalam sebulan?

 

Begitu pertanyaan diatas terlontarkan. Tidak dipungkiri bahwa dakwah ke keluarga adalah hal yang berat, namun bagaimanapun juga itu adalah prioritas pertama, sebagaimana dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun awal kali berdakwah adalah ke keluarga beliau, baru kemudian kepada yang lain.

Maka bagaimanapun juga prioritas tetaplah prioritas, tidak bisa digugurkan karena berat. Jadi, kesabaran lah yang perlu ditingkatkan. Bekal sabar dalam dakwah keluarga yang perlu diprioritaskan dibanding sabar-sabar yang lain.

Juga bisa diikuti dengan cara-cara lain yang indah, seperti mencari partner yang sehati untuk berdakwah ke keluarga anda, pasangan anda, suami atau istri yang bisa sejalan dengan style anda dalam dakwah keluarga, yang bisa melebur dan diterima keluarga tapi masih dalam ritme bisa yang anda kontrol, serta memiliki kesabaran dan ketelatenan yang kelak akan menyemangati/membantu anda dalam dakwah ke keluarga tersebut.

Adapun kunjungan anak ke orangtua tidaklah ada batasan atau ketentuan baku, justru saat anda sedang membuka dakwah ke keluarga maka sesering mungkin lah anda berkunjung, atau berkomunikasi yang baik. Tentu saja dibantu dengan partner anda, suami atau istri.

Wallohu A’lam
Wabillahit Taufiq (put/thayyiba)

About Lurita

Lurita

Check Also

Ketika cerai, anak diurus siapa? - Ilustrasi gambar

Yang Berhak Mengasuh Anak, Aku atau Kamu?

thayyiba.com :: Jika suami dan istri bercerai, apakah dalam syariat ada ketentuan yang mengatur masalah anak-anak ...