Home / Keluarga / Konsultasi Poligami / Tawaran Poligami Mengghampiri, Dalam Hati; Terima atau Tolak?

Tawaran Poligami Mengghampiri, Dalam Hati; Terima atau Tolak?

 

Suami dengan dua istri, poligami - Ilustrasi gambar
Suami dengan dua istri, poligami – Ilustrasi gambar

thayyiba.com :: Seorang teman ana yaitu wanita yang masih single dihubungi oleh ustadz, dan ditanya apakah bersedia untuk poligami.  Kata ustadz, ada seorang wanita, dokter, janda, yang telah menikah dengan perjaka, dan ingin ‘menghadiahi’ suaminya seorang istri wanita sholihah cantik yang masih single, karena beliau bersyukur memiliki suami yang sholeh.  Mohon saran untuk teman yang ditawari ustadz untuk berpoligami bersama ibu dokter tersebut. Teman ana bukanlah penentang poligami, tapi ada kemungkinan orang tuanya tidak setuju karena masih awam & belum hijrah, belum lagi kekhawatiran bila orang tuanya akan digunjingkan oleh para tetangga. Mohon solusi dan nasehatnya Ustadz.

 

Poligami adalah bagian dari syari’at yang mulia, dan itu akan sangat bisa dipahami dalam skala makro, adapun dalam skala kecil biasanya banyak yang menentang atau kurang bisa diterima, terutama akhwat maupun orangtua yang memiliki anak gadis. Kemuliaan syariat ini bisa ditinjau dari sisi syari’at, perasaan, dan realita.

Tentang case diatas, jika basic keluarganya sudah mengenal sunnah atau paham agama, coba pahamkan dari sisi perasaan, realita dan taqdir Allah.
Pahamkan jika perasaan saudari tersebut telah terbuka tentang syariat poligami, tidak menolak. Pahamkan jika realitanya tawaran tersebut bisa menimpa siapa saja, juga realita bahwa ketika ada ustadz yang menghubungi berarti tanda bahwa tidak main-main, karena tidak mungkin sang ustadz membantu menjadi perantara jika tidak melihat kebaikan serta keseriusan dari sang suami dokter dan juga dokter tersebut. Dan pahamkan pula jika taqdir Allah lah yang menuntun ini semua, tidaklah Allah men-skenariokan sesuatu melainkan akan ada hikmah besar dibalik itu semua, dan Qoddarulloh skenario itu saat ini pemeran utamanya adalah saudari tersebut.

Jika saudari setelah istikharah menerima tawaran itu atau memiliki kecenderungan, maka sampaikan hal tersebut diatas ke orangtua.

Namun, jika tidak, ambillah hikmah sebesar mungkin dari case ini.

Wallohu A’lam
Wabillahit Taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh : Ustadz Rosyid Abu Rosyidah (put/thayyiba)

About Lurita

Lurita