Home / Artikel / Artikel Lepas / Jadilah Manusia yang Hidup, Bukan Bangkai yang Hidup

Jadilah Manusia yang Hidup, Bukan Bangkai yang Hidup

1485354785950

thayyiba.com :: Kehidupan dunia teramat memikat bagi kebanyakan insan, banyak yg silau dengan keindahannya hingga melalaikan mereka dari mengingat (berdzikir) kepada Allah, padahal Allah Maha Baik terhadap manusia. Dalam banyak ayat-Nya, Dia menyuruh manusia utk senantiasa berzikir kepada-Nya.

“Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kalian kepada Allah dengan banyak” (QS. Al-Ahzab: 41)

Dia pun menyiapkan ampunan & menyiapkan pahala yg besar bagi hamba-hamba-Nya yg banyak berdzikir kepada-Nya:

“Laki-laki yang banyak berzikir kepada Allah dan perempuan yang banyak berzikir kepada Allah, Allah siapkan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” (QS. Al-Ahzab: 35)

Berdzikir bukan karena Allah membutuhkan itu dari hamba-Nya, namun jutru para hamba-lah yang membutuhkan-Nya. Allah memerintahkan mereka untuk berdzikir, karena kebaikan dan kemanfaatannya kembali kepada diri mereka sendiri. Mereka sangat butuh kepada Allah, tak pernah mereka terlepas dari membutuhkan-Nya walau sekejap mata:

“Wahai manusia, kalianlah yang fakir (butuh) kepada Allah sementara Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji” (QS. Fathir: 15)

Siapa yang tidak berdzikir kepada Allah, ibaratnya ia telah menjadi bangkai walaupun jasadnya masih berjalan di muka bumi. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

“Permisalan orang yang mengingat/berzikir kepada Rabbnya dengan orang yang tidak berdzikir kepada Rabbnya seperti permisalan orang yang hidup dengan orang yang mati” (HR. Bukhari)

Kata Al-Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah, yg dimaksud dengan zikir adalah menyebutkan lafadz-lafadz yg dianjurkan oleh penetap syariat utk memperbanyak mengucapkannya. Seperti ucapan: Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, dan Allahu Akbar. Termasuk pula ucapan hauqalah (la haula wa la quwwata illa billah), basmalah (bismillahir rahmanir rahim), hasbalah (hasbunallah wa ni’mal wakil), istighfar, & doa-doa semisalnya yg berisi permohonan kebaikan di dunia & di akhirat. Dzikrullah (berzikir kepada Allah) juga bisa bermakna melakukan amalan yg diwajibkan ataupun disunnahkan, seperti membaca Al-Qur’an, mempelajari ilmu syar’i, & mengerjakan shalat nafilah/sunnah. (Fathul Bari, 11/250)

Janganlah menjadi bangkai, yuk lembutkan hati, basahi lidah dengan berdzikir.

Artikel: Berdakwah.net

About A Halia

A Halia

Check Also

(Foto : istimewa)

RUMAH MASA DEPAN

Oleh : Inayatullah Hasyim   لا دَارَ لِلْمَرْءِ بَعْدَ الْمَوْتِ يَسْكُنُهَا *** إِلا الَّتِي كَانَ ...