Home / Kabar / Asia / Tujuan Raja Salman ke Malaysia Terkuak, Aramco Beli Saham Petronas

Tujuan Raja Salman ke Malaysia Terkuak, Aramco Beli Saham Petronas

Petronas. ©2012 Merdeka.com/imam buhori
perusahaan minyak raksasa, Saudi Aramco akan membeli 50 persen saham dan aset dalam proyek kilang Refinery and Petrochemical Integrated Development (RAPID) yang dikembangkan oleh Petronas dengan nilai mencapai USD 7 miliar.

 

thayyiba.com :: Salah satu tujuan Raja Arab Saudi, Raja Salman Abdulaziz Al-Saud ke Malaysia akhirnya terkuak. Dalam kunjungan ini, perusahaan minyak raksasa, Saudi Aramco akan membeli 50 persen saham dan aset dalam proyek kilang Refinery and Petrochemical Integrated Development (RAPID) yang dikembangkan oleh Petronas.

Seperti ditulis Reuters, Aramco akan menggelontorkan dana USD 7 miliar atau sekitar Rp 93,5 triliun. Kesepakatan ini sekaligus akan meningkatkan bisnis hilir Saudi Aramco menjelang IPO (penawaran umum saham perdana).

“Malaysia menawarkan peluang pertumbuhan yang luar biasa dari kesepakatan ini. Kesepakatan ini sekaligus memperkuat posisi Saudi Aramco sebagai pemasok bahan baku minyak ke Malaysia dan Asia Tenggara,” ucap CEO Saudi Aramco, Amin Nasser.

Saudi Aramco ke depannya akan memasok hingga 70 persen kebutuhan bahan baku minyak mentah untuk kilang, gas alam dan listrik yang selama ini diperlukan Petronas. “Setahu saya ini adalah investasi hilir terbesar yang dibuat oleh Saudi Aramco, di luar kerajaan,” ucap mantan eksekutif Aramco, Sadad al-Husseini.

CEO Petronas, Wan Zulkiflee mengatakan, ide untuk bekerja sama di kilang RAPID pertama kali diusulkan pada 2014 silam ketika dia bertemu dengan CEO Aramco, Khalid al-Falih. Kesepakatan itu dikabarkan sempat ditarik kembali karena tidak cocok soal imbal hasil proyek.

Namun, kesepakatan kembali dilanjutkan satu bulan sebelum kunjungan Raja Salman ke Malaysia. Namun, CEO Saudi Aramco, Nasser membantah hal tersebut. “Kami memulai negosiasi tiga tahun lalu. Tidak ada rencana menarik perjanjian.”

Sumber: merdeka

About A Halia

A Halia

Check Also

arab-saudi-bendera

Konflik Saudi, Awal Middle East Baru

Oleh : Nandang Burhanudin Kita harus cemburu atas segala rekayasa sosial dan rekayasa strategis yang ...