Breaking News
Home / Artikel / Politik / Mengingat Kembali Program Anies-Sandi

Mengingat Kembali Program Anies-Sandi

http://www.antaranews.com/berita/624974/mengingat-kembali-program-anies-sandi

 

thayyiba.com :: Jakarta – Sejumlah lembaga hitung cepat menyebutkan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, mengungguli pasangan nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, Rabu.

Namun sebelum larut dalam kemenangan, Anies dan Sandi setidaknya memiliki sejumlah pekerjaan yang harus dituntaskan guna mengubah wajah Jakarta agar menjadi lebih baik.

Sejak diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra pada akhir 2016, Anies – Sandi menawarkan sejumlah program guna memajukan kota Jakarta dan kesejahteraan penduduknya mulai dari program OK OCE, KJP Plus, dan menolak reklamasi.

Pasangan ini juga siap membangun dan merevitalisasi ruang publik, mempercepat pembangunan moda transportasi massal, serta penyederhanaan izin usaha yang terkait dengan birokrasi. Berikut sejumlah janji program Anies-Sandi:

OK OCE

Calon wakil gubernur nomor urut tiga DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan, program wirausaha, One Kecamatan One Center for Enterprenuership (OK OCE), yang diinisiasi dengan Anies Baswedan, akan menjadi terobosan masalah urbanisasi yang kerap melanda Jakarta.

Sandi menuturkan, pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus bisa mengatasi masalah urbanisasi dengan menciptakan banyak lapangan kerja.

“Kami menyiapkan program OK OCE dimana kami akan menciptakan 44 pusat pertumbuhan industri di Jakarta,” jelas Sandi pada Jumat (10/2/17).

Politisi Partai Gerindra itu mengungkapkan program OK OCE dihadirkan guna menonjolkan kemampuan anak muda guna memajukan Jakarta.

Melalui program OK OCE pasangan ini akan membangun entrepreneurship center di kelurahan-kelurahan. Memberikan pelatihan ketrampilan bagi pekerja yang terkena PHK serta memetakan lahan pekerjaan yang mengalami defisit/surplus jumlah pekerja.

KJP Plus

Anies-Sandi berjanji akan meneruskan program Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Sehat (KJP) melainkan meningkatkan performanya dengan sebutan KJP Plus.

Calon gubernur nomor urut tiga DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang diinisiasi olehnya bersama Sandiaga Uno, juga bakal menjangkau anak putus sekolah.

“KJP Plus yang kami siapkan dipastikan bukan hanya untuk anak sekolah, tetapi juga untuk anak yang putus sekolah,” ujar Anies dalam debat Pilkada DKI Jakarta kedua di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat malam.

Memberikan perhatian dan dukungan tidak hanya bagi pendidikan formal, namun juga informal, dengan mengembangkan dukungan Kartu Jakarta Pintar atau dukungan lainnya.

Selain itu, Anies dan Sandi juga berencana menambah jumlah guru, dosen, dan tenaga kerja medis untuk mendukung kebutuhan bidang pendidikan dan kesehatan.

DP Rumah Rp 0,-

Salah satu program pasangan Anies-Sandi yang mungkin menarik banyak minat warga Jakarta adalah uang muka rumah 0 Rupiah.

Program ini ditujukan agar masyarakat Jakarta bisa memiliki rumah di Ibukota. Walaupun secara spesifik pasangan ini belum menyebutkan lokasinya, namun hunian untuk warga dipastikan akan berbentuk rumah susun.

Rumah susun itu akan berlokasi di tengah kota dengan harga terjangkau untuk kelas menengah dan bawah, sekaligus bisa menekan biaya transportasi.

Selain rumah, mereka hendak membangun dan revitalisasi ruang publik rekreasi seperti pantai publik, museum, dan taman kota

Tolak Reklamasi

Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan keadilan bagi para nelayan di Jakarta Utara harus ditegakkan dengan menolak rencana reklamasi di Teluk Jakarta.

“Semua nelayan yang ada di sini, kita mengirimkan pesan kepada seluruh Indonesia, kita ingin ada keadilan di Jakarta,” kata Anies saat berpidato dalam Parade Nelayan Tolak Reklamasi, di Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (8/2/17).

Menurut Anies, pemerintah seharusnya melindungi rakyat kecil, termasuk nelayan. Reklamasi hanya akan menguntungkan sebagian pihak saja sementara merugikan lebih banyak rakyat kecil karena mengganggu mata pencahariannya dan merusak lingkungan.

“Agar nelayan sejahtera dan lingkungan terjaga, kita tegaskan untuk kesekian kali untuk menolak reklamasi. Bukan hanya menolak reklamasi, tetapi kita juga perlu mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang menolak reklamasi,” tuturnya.

Adapun Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Sandiaga menegaskan agar menghentikan reklamasi di Teluk Jakarta.

Menurut dia, solusi yang diberikan tidak boleh merugikan investor pulau reklamasi, pemerintah maupun warga seperti nelayan yang terkena dampak lingkungan akibat proyek. Namun dia meminta warga percaya pada dirinya dan Anies untuk memimpin Jakarta.

“Solusi itu bertahap, saya optimis kita sama-sama punya keinginan menyelesaikan ini. Kasih saya waktu untuk benahi aspek hukumnya,” kata Sandiaga.

Program khusus lansia dan difabel

Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang menyiapkan program bantuan khusus untuk warga lanjut usia (lansia) yang meliputi bantuan keuangan dan layanan kesehatan.

Saat berkampanye di kawasan Rawasari, Jakarta Pusat, Selasa (21/2/17), Anies mengatakan kepada warga bahwa warga lansia akan menerima bantuan Rp300 ribu per bulan.

“Yang tidak kalah penting bagi warga lansia adalah pelayanan kesehatan. Jadi meski pun ada bantuan finansial, penting juga memastikan kesejahteraan sehari-hari lansia terjamin,” ujarnya.

Anies juga mengaku siap rutin mengunjungi rumah-rumah yang ditinggali warga lansia untuk mengecek kondisi kesehatan mereka.

Tidk hanya itu, Anies juga berjanji akan melibatkan perempuan dan kelompok masyarakat dengan kemampuan berbeda atau “different ability” (difabel dalam pembuatan kebijakan).

“Kami akan berpihak pada perempuan dan kelompok difabel. Kami akan ajak mereka terlibat. Kami tidak ingin sok tahu. Ide dari mereka, keberpihakan dari kami,” kata Anies dalam debat ketiga Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat.

Anies mengatakan Jakarta saat ini bukanlah kota yang ramah pada anak, perempuan dan kelompok difabel. Di sisi lain, Anies menilai Jakarta justru menjadi kota yang ramah bagi peredaran narkoba.

“Ini bukan salah gubernur. Ini sudah lama terjadi dan merupakan potret Jakarta kita,” ujarnya.

Karena itu, bila terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur bersama pasangannya, Sandiaga Uno, Anies mengatakan akan membalikkan situasi yang ada dengan menjadikan Jakarta sebagai kota yang ramah pada anak, perempuan dan kelompok difabel serta tegas kepada peredaran narkoba.

Sumber: Antara

About A Halia

A Halia

Check Also

w644 (61)

Kabar Setya Novanto Menghilang Disorot Media Asing

Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. (Liputan6.com/Ola Keda)   thayyiba.com :: Usai terbitnya surat perintah penangkapan ...