Home / Artikel / Artikel Lepas / Hikmah Dibalik Gonjang-ganjing Pilkada Jakarta

Hikmah Dibalik Gonjang-ganjing Pilkada Jakarta

Oleh : Chaidir Arief Wiradihardja

IMG-20170419-WA0496Hasil akhir Pilkada DKI Jakarta, kendati belum diterbitkan oleh KPU DKI, tetapi berbagai hasil QC, memastikan kemenangan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga S. Uno.

Hanya settingan yang sangat ‘luar biasa’ dari tangan-tangan iblis yang dapat memupuskan kemenangan itu.

Tetapi pagi ini saya tidak akan mengulas itu. Saya tidak ingin larut dalam euforia yang kelewatan. Sebab kepastian mengenai kemenangan itu belum diputuskan secara resmi.

Saya hanya ingin menyampaikan sesuatu yang sebenarnya sudah banyak diketahui oleh banyak orang walau ada yang belum menyadarinya.

Bersatu, persatuan, rapatkan barisan dan samakan gerakan, ternyata telah memberi hasil yang sangat menakjubkan.

Sejak beberapa bulan lalu hingga tiba pilkada dki putaran kedua, umat Islam telah menunjukkan kekuatannya sehingga membuahkan hasil yang demikian menggetarkan.

Umat Islam ibarat air bah yang dapat menjebol ‘tanggul’ yang dibuat sedemikian rupa dan berlapis-lapis.

Lalu apa yang harus dilakukan umat Islam. Tentu menjaga semangat untuk terus bersatu dan menguatkan persatuannya. Merapatkan barisan dan menyamakan gerak langkah.

Masing-masing orang Islam harus menyadari bahwa mereka memiliki kekuatan yang tiada tara jika mereka bersatu dan menyamakan gerak langkah.

Untuk menerjang tanggul tidak diperlukan panser, tidak diperlukan senjata otomatis, tidak diperlukan pesawat dan kapal perang tempur. Cukup mereka bersatu dan menyamakan langkah serta taat pada satu komando, yakni komando Al Qur’an dan Assunnah yang terus menerus disuarakan oleh para Ulama, habaib dan tokoh-tokoh umat.

Ibarat singa, ibarat raksasa selama ini umat Islam seperti singa tidur, seperti raksasa yang mengantuk. Sekarang singa dan raksasa itu telah bangun dan menunjukkan kekuatan, cakarnya dan taringnya.

Umat Islam yang berjumlah besar harus menyadari bahwa besar saja tidak cukup jika tidak bersatu, merapatkan barisan dan menyamakan gerak langkah.

Mulai sekarang umat Islam harus menyadari bahwa upaya-upaya yang ingin mengkotak-kotakkan mereka, mencerai berai mereka harus dilawan. Jangan lagi mau diadudomba dan diiming-imingi oleh berbagai hal yang bertujuan memporak-porandakan umat Islam, sehingga umat Islam tidak memiliki kekuatan apapun.

Tugas para ulama, habaib dan tokoh-tokoh umat Islam adalah mempererat persatuan itu, menyamakan gerak langkah segala potensi yang ada dalam Umat Islam.

Tugas umat Islam terdekat adalah memilihkan pemimpin yang tepat untuk jawa barat. Lalu daerah lainnya dan terakhir memilihkan pemimpin yang tepat untuk Indonesia.

Singa itu sudah bangun, raksasa itu sudah menggeliat. Jangan lengah dan terlena dengan apapun yang dapat membuat singa dan raksasa itu mengantuk dan tertunduk lagi.

XMalang, 22 April 2017

About Redaksi Thayyiba

Redaksi Thayyiba
Redaktur

Check Also

(Foto : istimewa)

RUMAH MASA DEPAN

Oleh : Inayatullah Hasyim   لا دَارَ لِلْمَرْءِ بَعْدَ الْمَوْتِ يَسْكُنُهَا *** إِلا الَّتِي كَانَ ...