Home / Artikel / Artikel Lepas / Hukum Boneka dalam Islam

Hukum Boneka dalam Islam

imagesthayyiba.com :: Teman-teman yang muslim mungkin ragu dan bertanya-tanya bagaiman memberi atau membuat boneka untuk mainan anak-anak dalam hukum Islam?

Ini ada beberapa hadist tentang rukhsah (keringanan) hal diatas. Hal ini juga yang membuat kami Tsabita boneka membuat boneka dengan tujuan untuk digunakan bermain bagi anak2 bukan untuk pajangan, dan sebagai sarana pendidikan anak-anak melalui dongeng.

Dari Aisyah R.A
“Aku biasa bermain-main dengan anak-anakan perempuan (boneka perempuan) di sisi Rasulullah s.a.w. dan kawan-kawanku datang kepadaku, kemudian mereka menyembunyikan boneka-boneka tersebut karena takut kepada Rasulullah s.a.w., tetapi Rasulullah s.a.w. malah senang dengan kedatangan kawan-kawanku itu, kemudian mereka bermain-main bersama aku.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dan dalam salah satu riwayat diterangkan:

“Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. pada suatu hari bertanya kepada Aisyah: Apa ini? Jawab Aisyah: Ini anak-anak perempuanku (boneka perempuanku); kemudian Rasulullah bertanya lagi: Apa yang di tengahnya itu? Jawab Aisyah: Kuda. Rasulullah bertanya lagi: Apa yang di atasnya itu? Jawab Aisyah: Itu dua sayapnya. Kata Rasulullah: Apa ada kuda yang bersayap? Jawab Aisyah: Belumkah engkau mendengar, bahwa Sulaiman bin Daud a.s. mempunyai kuda yang mempunyai beberapa sayap? Kemudian Rasulullah tertawa sehingga nampak gigi gerahamnya.” (Riwayat Abu Daud)

Yang dimaksud anak-anak perempuan di sini ialah boneka pengantin yang biasa dipakai permainan oleh anak-anak kecil. Sedang Aisyah waktu itu masih sangat muda.

dan ini perbedaan pendapat ulama, kita boleh mengikuti ulama sesuai dengan keyakinan kita selama dalilnya ada karena kita bukan ulama.

Imam Syaukani mengatakan: hadis ini menunjukkan, bahwa anak-anak kecil boleh bermain-main dengan boneka (patung). Tetapi Imam Malik melarang laki-laki yang akan membelikan boneka untuk anak perempuannya. Dan Qadhi Iyadh berpendapat bahwa anak-anak perempuan bermain-main dengan boneka perempuan itu suatu rukhsah (keringanan).

Termasuk sama dengan permainan anak-anak, yaitu patung-patungan yang terbuat dari kue-kue dan dijual pada hari besar (hari raya) dan sebagainya kemudian tidak lama kue-kue tersebut dimakannya.

 

Sumber: moslemsoftdoll

About A Halia

A Halia

Check Also

Syekh Mutawalli Asy-Sya'rawi (Foto : WordPress.com)

HIKAM SYA’RAWIYAH ( Hikmah-hikmah syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi)

Oleh : Dr.  Achmad Satori Ismail 1 – إِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ قَوْلَ الْحَقِّ فَلَا تُصَفِّقْ ...