Home / Artikel / Artikel Lepas / Jodoh adalah cerminan diri kita sendiri

Jodoh adalah cerminan diri kita sendiri

jodoh-cerminan-diri

thayyiba.com ::

Assalamu’alaikum Warahmatulahi Wabaraakatu
Ada kalanya seseorang yang datang di kehidupan kita adalah sebuah ujian bagi diri kita dan mungkin menjadi sejarah yang tak pernah terlupakan. Bahasanya disebut dengan ‘pacaran’. Akan tetapi bukan itu yang menjadi pokok dalam mencari jodoh. Sama halnya dengan lawan jenis yang terkadang pernah singgah di hati kita walaupun kita tidak bisa mengatakannya kalau hanya sekedar memadu kasih tanpa ikatan suci pernikahan. Tak sedikit juga, lawan jenis yang kita sukai membuat sebuah ‘rasa yang manis’ yang sesekali muncul di dalam kehidupan kita. Sebagian lawan jenis yang kita temui da n yang kita sempat memiliki, hanyalah gambaran pasangan hidup yang nantinya kita akan memiliki salah satunya. Tidak peduli berapa banyak lawan jenis yang kita sukai, namun hanya sedikit pasangan yang serius untuk menikah yang pada akhirnya membangun rumah tangga. Mencari jodoh bukan ajang untuk coba-coba atau perlombaan bergengsi.Mungkin ada banyak orang yang mencari pasangan denganberpacaran agar dapat menemukan pasangan yang pas bagi dirinya. Salah satu alasannya adalah saling menyukai satu sama lain. Tapi efek dari pacaran akan menimbulkan kecanduan dan rasa tidak kepada pasangan di kemudian hari. Pada kenyataannya, banyak pasangan yang memilih metode pacaran namun gagal pada akhirnya. Rasa yang tertinggal hanya kekecewaan dan berharap semuanya tidak pernah terjadi. Kerap kali pacaran hanya mempertemukan bukan untuk mempersatukan. Tak sedikit mereka yang berpacaran berakhir diantaranya menjadi tamu diacara pernikahan masing-masing. Maka dari itu marilah kita belajar untuk menjadi orang yang selalu menjaga diri agar menjadi orang yang lebih baik dari orang-orang yang pernah hadir di hidup kita. Buatlah dirimu pantas dinikahi bukan untuk dipacari.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an :
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”[QS.An-Nisaa:1]
Kebayaakan remaja sekarang sudah kelewat gaul sehingga hilang rasa malunya. Ada orang tua yang kurang membekali nilai-nilai agama, sopan santun, cara menilai teman yang harus dijadikan teman atau dijauhi dan pengendalian diri anak-anaknya sewaktu kecil. Padahal orang tua harus berbagi pengalaman hidupnya untuk pembelajaran bagi masa depan anaknya.
Banyak yang bilang fisik itu lebih utama dalam mencari jodoh. Tapi tidak bagi orang-orang yang sudah menemukan jodohnya lalu segera menikah. Meskipun belum menikah tapi belajarlah dari pengalaman orang lain yang sudah menikah dan mempunyai keluarga, Jangan sampai kita terjebak dalam hal sulit dalam membangun rumah tangga.Mereka yang pernah pacaran lama atau sering berganti pasangan kemudian pasanagn tersebut menikah, terkadang akan lebih banyak ‘acuh’ terhadap pasangan ketimbangan mereka yang memulai hubungan hanya sebentar atau ta’aruf dan langsung segera menikah. Akan terasa bedanya yang pacaran lama dibandingan pasangan yang langsung menikah karna niat untuk menjadi pasangan yang baik di mata Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka istilah yang pas adalah “Nikah Dulu Baru Pacaran”.

Banyak waktu berharga yang akan terbuang atau terlewat sia-sia hanya untuk mendapatkan pasangan terbaik tapi justru kita berhubungan dengan orang yang salah hanya karna terbawa perasaan suka. Alangka baiknya, semua waktu yang akan digunakan untuk berpacaran diberikan kepada jodoh yang ditakdirkan untuk kita memilikinya sepanjang hidup kita. Bila sudah terjadi anggaplah itu suatu pembelajaran agar kita tidak mengulangi kesalahan yang mungkin bisa fatal di kemudian hari. Pokok utama mencari jodoh yang baik adalah mempersiapkan diri jauh lebih baik dari orang-orang yang ada disekitar kita. Dalam hidup ini kita tidak diminta berlebihan dalam hal berhubungan kecuali dengan pasangan hidup kita yang sah dimata Allah SWT dan keluarga kita.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an :
“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.”[Qs. An Nur:26]
Seharusnya bila jodoh kita belum begitu jelas ada baiknya kita mengontrol diri kita dengan mengisi hal-hal yang positif mengigqt waktu yang begitu singkatnya hidup kita di dunia. Aktivitas bisa dilakukan seperti memperbanyak membaca dan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an serta memahami maknanya. Perbanyak melatih kemampuan diri yang mungkin bisa menghasiakan karya yang berharga. Daripada kita hanya mencari pasangan hanya untuk main-main saja. Dalam memilih jodoh, yang dicari buka persamaan tapi perbedaan untuk saling melengkapi satu sama lain. Bila sudah memiliki jodoh dan sudah siap lahir serta batin maka segeralah menikah agar tidak terjadi fitnah bagi keduanya.
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Apabila datang kepada kalian siapa yang kalian ridhai akhlak dan agama nya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak kalian lakukan, niscaya akan menjadi fitnah dan muka bumi dan kerusakan yang luas.”[HR. Al-Hakim]

Dalam memilih pasangan, pililah karna agamanya terlebih dahulu, kemudian ibadahnya dan akhlaknya. Biarlah kita tidak pacaran, tapi kita bisa menjaga diri kita dari hal yang tidak baik serta . ibadah kita semakin meningkat, Pacaran banyak menimbulkan keburukan dan hanya penyesalan yang akan terus menghantui kita setiap saat.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Wanita dinikahi karena empat perkara. Pertama hartanya, kedua kedudukan statusnya, ketiga karena kecantikannya dan keempat karena agamanya. Maka carilah wanita yang beragama (islam) engkau akan beruntung.”[HR.Bukhori, Muslim, Al-Nasa’i, Abu Dawud Ibn Majah Ahmad Ibn Hanbal, dan al-Darimi]
Yakinlah bila saatnya tiba jodoh kita tidak akan pernah tertukar dan jodoh kita adalah pilihan yang terbaik dari Allah SWT. Hal yang pasti adalah jodoh kita tidak jauh beda dari diri kita sendiri. Perbaiki kesalahan-kesalahan kita dan banyak menebar senyum kepada orang lain. Mendekatlah kepada yang menciptakan diri kita dan jodoh kita yang paling terbaik dan Maha Terbaik yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inn syaa Allah jodoh yang kita nanti, akan mengahapiri kita tanpa kita sadari.
Wasalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh.
Sumber: muhammadismailmarzuki

About A Halia

A Halia

Check Also

1508472492295

Keutamaan Bershalawat di Hari Jum’at

thayyiba.com :: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ...