thayyiba.com :: Ibu hamil dalam menghadapi puasa di bulan Ramadhan selama 29 atau 30 hari memiliki dua keadaan, yakni:

Pertama: Dirinya kuat dan giat, tidak sulit baginya berpuasa dan tidak berpengaruh bagi janinnya. Wanita seperti ini wajib berpuasa, karena tidak ada uzur bagi wanita tersebut untuk meninggalkan puasa.

Kedua: Wanita tersebut tidak kuasa berpuasa, karena hamilnya berat, atau fisiknya lemah atau sebab lain. Dalam kondisi seperti ini, hendaknya dia berbuka. Apalagi jika berbahaya bagi janinnya, ketika itu dia bahkan wajib berbuka. (1)

Ibu menyusui pun tidak terlepas dari dua keadaan tersebut dan dua keadaan tersebut dapat dipastikan terlebih dahulu dengan memeriksakan ibu hamil kepada bidan, dokter umum atau dokter spesialis kandungan.

Bagi ibu hamil atu ibu menyusui dalam keadaan pertama, perlu mengetahui tentang bagaimana asupan gizi yang harus dikonsumsi setelah matahari terbenam (berbuka) hingga matahari terbit (sahur).

Berikut gambarannya:

  1. Tentukan umur kehamilan trimester ibu hamil dan umur bayi yang disusui

Trimester 1 : Minggu 1 – 12

Trimester 2 : Minggu 13-28

Trimester 3 : Minggu 29 – 40

  1. Tentukan jumlah  zat gizi yang dibutuhkan minimal dalam sehari (2)
Zat Gizi Satuan Ibu Hamiltrimester 1 Ibu Hamiltrimester 2 Ibu Hamiltrimester 3 Ibu menyusui6 bulan pertama Ibu menyusui6 bulan kedua
Energi* Kalori 2330 – 2430 2450 – 2550 2450 – 2550 2480 – 2580 2550 – 2650
Protein Gram 76-77 76-77 76-77 76-77 76-77
Lemak Gram 66-81 70-85 70-85 71-86 73-88
Karbohidrat Gram 334 – 348 349 – 363 349 – 363 354 – 368 364 – 378
Serat Gram 33 – 35 34 -36 34 -36 35 – 37 36 -38
Air Liter 2,6 2,6 2,6 3,1 2,95
Vitamin A mcg 800 800 850 850 850
Vitamin D mcg 15 15 15 15 15
Vitamin E mg 15 15 15 19 19
Vitamin K mcg 55 55 55 55 55
Vitamin B1 mg 1,4 1,4 1,4 1,4 1,4
Vitamin B2 mg 1,6 -1,7 1,6 -1,7 1,6 -1,7 1,7-1,8 1,7-1,8
Vitamin B3 mg 16 16 16 15 15
Vitamin B5 mg 6 6 6 7 7
Vitamin B6 mg 1,7 1,7 1,7 1,8 1,8
Vitamin B12 mcg 2,6 2,6 2,6 2,8 2,8
Asam folat mcg 600 600 600 500 500
Biotin mcg 30 30 30 35 35
Kolin mcg 67 67 67 117 117
Vitamin C mg 85 85 85 100 100
Kalsium mg 120 -130 120 -130 120 -130 120 -130 120 -130
Fosfor mg 700 700 700 700 700
Magnesium mg 350 – 360 350 – 360 350 – 360 310 – 320 310 – 320
Natrium mg 150 150 150 150 150
Kalium mg 470 470 470 510 510
Mangan mg 2 2 2 2,6 2,6
Tembaga mcg 1000 1000 1000 1300 1300
Kromium mcg 30 30 30 45 45
Zat besi mg 26 35 27 32 34
Yodium mcg 220 220 220 160 160
Seng mg 12 14 11 15 15
Selenium mcg 35 35 35 40 40
Fluor mg 2 2 2 2 2
  1. Tentukan menu makanan

Pemilihan menu makanan disesuaikan dengan jumlah minimal dari zat-zat gizi diatas dan dapat diambil dari berbagai macam sumber zat gizi. Misal, karbohidrat dapat bersumber dari nasi, roti, kentang, jagung.

Utamakan memilih menu makanan dan minuman yang menjadi Sunnah Rasulullaah shallallahu álaihi wa sallam seperti kurma, roti gandum, buah tin, mentimun, delima, anggur, buah zaitun, daging kambing, susu kambing, madu, air zamzam, dan lainnya.

Untuk memudahkan perhitungan zat gizi, ibu hamil dapat menggunakan timbangan kecil (biasanya digital) yang berskala miligram.

Jika ibu hamil ingin memilih menu dari makanan/minuman   kemasan, maka perhatikan daftar kandungan zat gizi di kemasan makanan/minuman tersebut.

Perlu juga dibedakan antara menu makanan berbuka dan menu makanan sahur sebagaimana Rasulullaah shallallahu álaihi wa sallam dan para sahabat Radhiallahu ánhum lakukan. Hal ini untuk mempermudah ibu hamil atau ibu menyusui dalam memenuhi kebutuhan zat gizinya.

Jangan pula memilih sumber zat gizi yang memiliki efek yang kurang baik seperti cabai yang pedas.

Mudah-mudahan informasi singkat ini dapat bermanfaat bagi kaum muslimin.

 

Referensi :

(1) (Fatawa Syekh Ibnu Utsaimin, 1/487) dalam https://islamqa.info/id/3434

(2) Pedoman Gizi Seimbang, Kementerian Kesehatan RI 2014

Sumber: kesehatanmuslim.com