thayyiba.com :: Kita diperintahkan berdzikir sebelum terbit dan tenggelam matahari, begitu pula shalat sebelum terbit dan tenggelam matahari (yaitu shalat Shubuh dan shalat Ashar).

 

Ayat Kedua:

Allah Ta’ala berfirman,

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

Dan bertasbihlah dengan memuji Rabbmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.” (QS. Thaha: 130)

 

Pelajaran dari Ayat

  1. Kita diperintahkan meminta tolong kepada Allah dengan bertasbih dan bertahmid, mengucapkan subhanallah dan alhamdulillah.
  2. Kita diperintahkan untuk bertasbih dan bertahmid pada waktu yang utama yaitu sebelum matahari terbit dan sebelum matahari tenggelam.
  3. Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan dalam kitab tafsirnya bahwa yang dimaksud dengan ayat di atas adalah melaksanakan shalat Shubuh dan shalat Ashar. Itulah yang dimaksud dengan berdzikir sebelum terbit dan tenggelam matahari. Berarti ayat ini menunjukkan keutamaan shalat Shubuh dan shalat Ashar.

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat Shubuh dan Ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari, no. 574 dan Muslim, no. 635).

Ibnu Baththol rahimahullah berkata, “Shalat shubuh akan membuat seseorang mendapatkan perhatian Allah pada hari kiamat. Kenapa dikhususkan dua shalat ini? Karena berkumpulnya para malaikat malam dan siang di dua waktu tersebut. Inilah makna firman Allah Ta’ala,

وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al-Isra’: 78) (Syarh Al-Bukhari, Ibnu Baththol, 3:250, Asy-Syamilah)

 

Referensi:

  1. Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. 2:471-472.
  2. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Tahqiq: Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.
  3. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, Tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.

Diselesaikan di Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 13 Dzulqa’dah 1439 H

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com