Home / Sastra / Cerpen

Cerpen

Temukan Aku Dalam Sepertiga Malammu

sepertiga malam

thayyiba.com :: Lembah yang kosong dalam hati ini belum ada seorang pun yang pernah menyentuhnya. Di mana gerangan penghuninya. Angin sore berhembus menentramkan jiwa yang tengah termenung di pinggir taman kota. Kuhirup dalam-dalam seperti ku kekurangan oksigen. Pusing rasanya kepalaku ini memikirkan belum ada yang menjemputku dengan kuda putihnya. Sudahlah ...

Read More »

Dia Yang ku Pilih Menjadi Mahromku

Pesan Rasulullah Kepada Laki-laki Untuk Wanita

thayyiba.com :: Bunga-bunga itu memang cantik dan indah. Sayangnya bunga-bunga itu terkadang hanya untuk menaklukkan para dewi-dewi yang bertebaran hampir di seluruh permukaan bumi ini oleh para playboy . Tapi berbeda dengan cowok satu ini, hem……..cowok?? Kurang cocok mungkin, ya?. Lebih tepat disebut pria dewasa. Setiap hari dia datang ke ...

Read More »

Menyemai Cinta Dari Palestina

muslimah1

thayyiba.com :: Sinar bulan purnama turut menemani indahnya malamku yang terasa begitu sunyi. Kulirikkan mata ini pada indahnya maha karya sang penguasa alam. Ingatanku kembali merayap kemasa-masa indahku di Jogja. Bersama sanak saudaraku disana. Namun kini aku sendiri di Jakarta, tempatku mencari ilmu dan sekaligus untuk berdakwah serta menjadi seorang ...

Read More »

KISAH SEORANG DOSEN LIBERAL vs MAHASISWA ASWAJA

Dosen

thayyiba.com :: “Saya bingung, kenapa banyak umat Islam di dunia ini lebay,” tutur Pak Dosen. “Kenapa harus protes dan demo besar-besaran cuma karena tentara Amerika menginjak, meludahi, dan mengencingi Al-Quran? – Yang dibakar juga cuma kertas. Cuma media tempat Al-Quran ditulis. Al-Quran sebenarnya kan ada di Lauh Mahfuzh. Dasar ndeso. Saya ...

Read More »

Ketamakan

Ilustrasi Orang di Senja Hari

  thayyiba.com :: Alkisah, di sebuah negeri, ada seorang saudagar kaya raya. Ia adalah pemilik restoran terkenal dan terbaik yang pernah ada pada masa tersebut. Selain rasanya khas, makanannya sangat lezat, dan pelayanannya pun sangat memuaskan siapa saja yang datang ke sana. Berkat restoran itu pula, sang saudagar mendapat banyak rezeki. ...

Read More »

“Nggak Usah Bawa-bawa Agama”

Remaja Muslim Amerka sedang Sholat (Foto : Merdeka)

thayyiba.com :: BRO: “Bray…” Bray: “Naon bro?” Bro: “Jangan bawa-bawa agama bray…” Bray: “Apanya?” Bro: “Ya semuanyalah. Elu mah dikit-dikit bawa agama, dikit-dikit bawa agama, sampe-sampe urusan nyoblos aja masih aja bawa-bawa agama.” Bray: “Gitu ya bro?” Bro: “Iya, ribet bray! Makanya udah gak usah bawa-bawa agamalah bray.” Bray: ”Ya udah ...

Read More »

Najis Vs Haram

pegang-anjing-takbolehharam-pegang-babi-boleh-haram-tapi-kau-pegang-perempuan-kau-3594838

thayyiba.com :: Usai ngaji fiqih bab Najasah di rumah kiai kampung, Otong pulang dengan menundukan kepala karena merasa risih dengan beberapa pasangan muda-mudi yang nongkrong di pinggir jalan. Tiba-tiba ada suara, “Guk..guk… Kaing.. kaing… kaing…” Seekor anjing tergeletak di tengah jalan, tertabrak sepeda motor sepasang muda-mudi yang melintas kencang dan meninggalkan ...

Read More »

Anak Bohong (Bag. 2)

Ilustrasi Seorang Bapak dan Anak

thayyiba.com :: Justru, Pak Wawanlah tempat bermuara segala unek Dodo. Ia memang orang yang nggak tegaan. Lembut. Gampang bercanda. Hampir bisa dipastikan, sejak lahir hingga seusia Dodo itu, Pak Wawan tak pernah nyubit. Jangankan aksi kekerasan seperti itu, berwajah sangar saja belum pernah. Selalu riang gembira. Terutama, di depan Dodo. ...

Read More »

Anak Bohong (Bag. 1)

Ilustrasi Ayah dan Anak

thayyiba.com :: Ayah dan anak hampir tak ubahnya seperti dua sisi uang logam. Begitu ayah, begitu pulalah anaknya. Begitu anak, begitu pulalah ayahnya. Keduanya sama-sama menunjukkan arah nilai yang sama. Tapi, seperti itukah kesepadanan seorang ayah ketika anaknya mulai berbohong? Pertanyaan itu kerap menggelitik penasaran Pak Wawan. Bapak satu anak ...

Read More »

Ketika Istri Ingin Bekerja

pasangan1

Dialog Sepasang Suami Istri thayyiba.com :: “Ayah, aku mau kerja!” “Jangan, lah. Kamu di rumah saja. Istri itu di rumah tugasnya :)” “Itu, tetangga kita, dia kerja!” “Hehe …, dia itu guru, sayaang. Dia dibutuhkan banyak orang. Yang membutuhkan kamu tidak banyak. Hanya Ayah dan anak kita. Di rumah saja, ...

Read More »