Home / Kabar / Opini / RESENSI VIDEO CERAMAH YUSUF MANSUR (Bag. 1)

RESENSI VIDEO CERAMAH YUSUF MANSUR (Bag. 1)

Rumah dan Mobil Mewah Khayalam dalam Cerita Fiktif Yusuf Mansur (Foto : jokowinomics.com)
Rumah dan Mobil Mewah Khayalam dalam Cerita Fiktif Yusuf Mansur (Foto : jokowinomics.com)

“Resep” Kiat Sukses Yusuf Mansur Ternyata Gagal untuk Dirinya Sendiri

 

thayyiba.com :: Sebuah video yang diunggah ke youtube oleh pihak Yusuf Mansur: https://www.youtube.com/watch?v=eE0tMmiAZtI  menggambarkan sebuah acara ceramah di Malang pada 20 Mei 2012. Acara dengan thema ‘Spiritual Gathering” itu berlangsung di sebuah gedung pertemuan semacam gelanggang olahraga atau sejenisnya dihadiri oleh seribuan orang. Sebuah panggung besar disediakan untuk Yusuf Mansur yang tampil sebagai penceramah tunggal. Pada banyak bagian dalam gedung itu terpasang spanduk bertuliskan www.patunganusaha.com dan berbagai macam program (meminta) sedekah Yusuf Mansur lengkap dengan nomor rekeningnya.

Yusuf Mansur memulai ceramah dengan meminta audiens menuliskan keadaan atau masalah hidup mereka hari itu pada handphone atau selembar kertas. Setelah itu, Yusuf Mansur memita beberapa orang untuk menyerahkan tulisan mereka dan dibacakan. Berbagai macam problem yang mereka tulis, mulai dari susah mencari kerja, jodoh yang belum sampai, sakit yang menahun, hutang yang bertumpuk, belum punya rumah, ingin punya kendaraan, hidup miskin, belum lulus kuliah, ingin berhaji dan umroh, ingin membahagian orang tua dan sebagainya.

Seorang yang mengaku mengidap penyakit kronis di perutnya naik ke panggung dan didoakan oleh Yusuf Mansur sambil memegang perutnya. Setelah berdoa dengan Al Fatihah, Yusuf Mansur meyakinkan orang tersebut bahwa penyakitnya akan diangkat oleh Allah.

Ada seorang bernama Anwar berusia 26 tahun dibacakan masalahnya. Ternyata dia ingin menikah tapi belum menemukan jodohnya. Bersama dengan Anwar ada gadis bernama Azizah yang juga punya masalah yang sama. Di atas panggung oleh Yusuf Mansur mereka disarankan untuk menikah. Kedua orang ini rupanya tidak keberatan dan berjanji akan memulai proses perkenalan setelah acara. Yusuf Mansur mendoakan kedunya agar berjodoh dan berjanji jika mereka jadi menikah akan ditraktir pergi umroh.

Maksud Yusuf Mansur meminta hadirin menulis masalah hidup yang sedang mereka hadapi itu adalah supaya setiap orang mencatat setiap perubahan yang mereka alami hari perhari. Perubahan itu akan terjadi jika seseorang setiap hari membaca Qur’an, belajar Qur’an, menghafal Qur’an dan membantu atau bersedekah kepada para guru dan murid yang mengajar dan belajar Qur’an.

Seperti biasa, Yusuf Mansur selalu menguatkan isi ceramahnya dengan kisah. Kisah kali ini tentang sepasang suami istri yang hidup miskin dalam suah rumah kontrakkan dalam tahun 2008. Waktu itu harga sewa kontrakan mereka hanya Rp. 25 ribu. Meski begitu mereka tak sanggup membayarnya sehingga pemilik kontrakkan terpakasa mengusir mereka. Sebelum pergi sang suami telah menggambar pada selembar kertas sebuah rumah idaman mereka yang terlihat mewah lengkap dengan beberapa mobil mahal. Pasangan ini akhirnya pulang ke kampung mereka dalam sembilan jam perjalan dengan hanya membawa sebuah kasur dan beberapa lembar pakaian. Selama ini pasangan ini selalu membaca Qur’an, menghafalnya sedikit demi sedikit dengan terjemahannya juga bersedekah kepada guru dan santri penghafal Qur’an.

Tahun 2012 Yusuf Mansur berada di sebuah kota kecil di Kalimantan Selatan dan bersiap-siap naik pesawat kecil yang hanya berisi 12 orang. Pesawat kecil ini akan terbang ke Banjarmasin. Diantara para penumpang ada sepasang suami istri yang selalu tersenyum kepada Yusuf Mansur. Sesampai di bandara di Banjarmasin, suami istri ini menghampiri Yusuf Mansur dan memintanya agar mereka boleh ikut ke mana saja Yusuf Mansur pergi. Mereka hanya ingin mengucapkan terimaksih kepada Yusuf Mansur karena mereka pernah mendengar ceramah Yusuf Mansur yang kemudian bisa merubah hidup mereka yang miskin merana menjadi kaya raya hanya dalam empat tahun. Keduanya lalu menunjukkan foto rumah mewah yang mereka miliki sekarang yang tampak pula beberapa mobil mahal.

Karena masih melakukan beberapa perjalanan lagi, Yusuf Mansur tidak mengizinkan mereka ikut bersamanya. Akhirnya suami istri hanya meminta agar Yusuf Mansur mau menerima sedekah dari mereka. “Kalau sedikit jumlahnya boleh saya terima sekarang tapi kalau banyak maka transfer saja,” begitu pinta Yusuf Mansur. Akhirnya suami istri ini mensedekahkan uang sebesar Rp. 1 milyar kepada Yusuf Mansur. Bahkan mereka masih bertanya kepada Yusuf Mansur, apakah 1 milyar itu masih perlu ditambah?

Dalam vidio itu juga Yusuf Mansur menghadirkan pasangan suami istri pengusaha rumah makan. Keduanya bertutur tentang pengalaman mereka dalam mengelola dan membesarkan usaha mereka.

Kembali Anwar dan Azizah dalam vidio tadi. Anwar yang tinggal di Pasuruan dan Azizah yang tinggal di Probolinggo dan sedang kuliah di Malang waktu itu, apakah sudah menikah? Jika mereka sudah menikah, apakah Yusuf Mansur sudah mengumrohkan mereka? Mungkin pembaca di sini bisa berbagai informsi soal keduanya.

Perlu diketahui, bahwa Yusuf Mansur sangat piawai dalam menggugah orang-orang kaya agar mau bersedekah kepadanya. Dalam setiap ceramahnyaYusuf Mans selalu memberikan contoh-contoh berupa kisah dan testimoni dari mereka yang bersedekah dengan nilai yang sangat fantastis. Kisah dan testimoni itu sengaja diungkapkan diharapkam agar para jamaah mengikuti si tokoh dalam ceritanya.

Sayangnya, bila orang tau kisah atau terstimoni itu dengan sebenarnya pasti akan menyesal seumur hidup. Karena cerita atau kisah-kisag itu tidak pernah ada dan tidak pernah terjadi, hanya cerita fiktif belaka dan tidak ada benar adanya.

Sebagai contoh, dalam vidio ini juga Yusuf Mansur berkisah tentang seorang pengangguran yang hidup serba kurang dan tinggal pada sebuah kontrakan. Kebetulan tokoh ini juga bernama Mansur. Yusf Mansur kemudian berkisah tentang bagaimana Mansur kemudian sukses menjadi pedagang hanphone yang sukses.

Sayangnya, bila Anda rajin menonton video-video yang berisi cermah Yusuf Mansur di berbagai tempat, Anda akan temukan kisah dengan alur yang sama. Yang berbeda hanya nama dan produk yang dijual. Kalau dalam video ini si tokoh menjual handphone, maka pada vidio atau pada ceramah yang lain yang dijual adalah mobil, si tokoh sukses memiliki show room mobil.

Mungkin kita masih ingat dengan kisah Ustad Guntur Bumi (UGB) yang sama dengan Yusuf Mansur. Cara-cara mereka “berdakwah” mirip dengan model perdukunan yang tentu saja tidak manjur. Sebagai contoh yang nyata, Yusuf Mansur hanya memilih pengusaha (seperti dalam video ini) Jodi yang merupakan pemilik Waroeng Steak & Sheak. Yusuf Mansur juga sering hadirkan pengusaha ayam bakar Mas Mono. Mengapa Yusuf Mansur memilih kedua tokoh itu? Karena Yusuf Mansur lebih ingin mempromosikan produk keduanya. Mengapa? Karena ternyata Yusuf Mansur telah memiliki sebagian atau sebagai master frincises dari kedua produk itu. Begitu juga dalam iklan atau publikasi-publikasi lainnya, Yusuf Mansur selalu menghadirkan logo kedua rumah makan ini.

Untungnya Waroeng Steak & Sheak sukses di pasaran. Kesuksesan Waroeng Steak itu karna kesuksesan pemiliknya, Jodi, yang betul-betul tulus bersedekah, menjalankan Islam dengan baik, disamping pengelolaannya profesional dan produknya bagus. Sebenarnya tanpa adanya Yusuf Mansur pun Waroeng Steak & Sheak sudah sukses dengan sendirinya.

Lain halnya dengan Ayam Bakar Mas Mono yang juga sering dipromokan Yusuf Mansur. Ternyata rumah makan ini tidak berhasil dalam pasaran. Semua rumah makan Mas Mono di luar Jakarta sudah tutup sedangkan yang masih tertinggal di Jakarta sebagian besar tinggal menunggu waktu habisnya masa kontrak. Itu artinya, resep-resep kesuksesan yang didengungkan Yusuf Mansur tidak manjur.

Begitu pula dengan hotel yang diakuisisi dengan dana Patungan Usaha yang dinamakan Hotel Siti, yang diambil dari nama istrinya. Hotel yang baru dioperasikan beberapa bulan itu terlihat sepi dan tak tersentuh tangan professional. Kepada pemegang saham yang tergabung dalam peserta Patungan Usaha tidak mendapatkan laporan penggunaan dana. Seorang peserta Patungan Usahar pernah mensomasi Yusuf Mansur karena masalah ini. Kerabatan dari orang yang melayangkan somasi ini pernah menanyakan laporan keuangan hotel yang beralamat di Jalan M. Toha, Pasar Baru, Kota Tangerang ini namun pihak menejemen hotel tidak dapat menunjukkannya. Jadi, bagaimana mungkin Yusuf Mansur bisa membagi hasil keuntungan perorangan tiap bulannya bila pembukuan keuangannya tidak ada?

Perlu diketahui juga oleh masyarakat, bahwa Yusuf Mansur dalam setiap proyeknya selalu gagal, lalu ditinggalkan begitu saja. Untuk menutupi proyek yang gagal ia kemudian berganti proyek baru lagi dengan nama yang juga menarik. Sebagai bunganya, Yusuf Mansur menysusun kisah dan testimony yang juga baru dan menarik supaya proyek yang lama terlupakan oleh masyarakat.

Selain dalam bidang usaha, resep Yusuf Mansur juga tidak berhasil bagi dirinya sendiri. Dia sendiri mengeluh sakit bertahun-tahun yang tak kunjung sembuh juga. Sementara pada orang lain, Yusuf Mansur selalu memberikan “resep sembuh dari sakit”. Begitu juga masalah kiat sukses jodoh. Yusuf Mansyur sudah lama ingin memiliki istri lagi tapi sampai sekarang tidak terwujud, mungkin karena dia masih sangat takut dengn istrinya. Atau kalau (mungkin) sudah menikah lagi, bisa jadi dilakoninya secara diam-diam. Wallaahu a’lam. (darso/thayyiba)

Tambahan: Bagi pasangan suami istri di Kalimantan Selatan yang dikisahkan oleh Yusuf Mansur dalam video ini kalau benar ada orang-orangnya, dan kebetulan membaca tulisan ini, atau siapapun yang mengetahui keberadaan pasangan suami istri ini diminta untuk menghungi saya. Penulis ingin bersilahturahim dengan mereka berdua, di mana saja selama masih di Indonesia.

Penulis  juga mengundang Anwar dan Azizah untuk berbagi pengalaman setelah usai acara dengan Yusuf Mansur. Silakan Anwar dan Azizah menghubungi saya via email saya.

About Darso Arief

Darso Arief
Lahir di Papela, Pulau Rote, NTT. Alumni Pesantren Attaqwa, Ujungharapan, Bekasi. Karir jurnalistiknya dimulai dari Pos Kota Group dan Majalah Amanah. Tinggal di Bekasi, Jawa Barat.

Check Also

Antara Hawa Nafsu dan Syariat Allah

thayyiba.com :: Pernah denger nggak sih, kalimat semisal ini? “Jangan kayak gitulah, kalo gitu sih terlalu ...