Home / Keluarga / Tanya Jawab / Bolehkah Menghajar Istri?

Bolehkah Menghajar Istri?

Ilustrasi Suami Istri
Ilustrasi Suami Istri

Memboikot Istri

Pertanyaan :
thayyiba.com :: Terkadang muncul kesalahpahaman di antara suami dan istrinya, kemudian suami pun memboikot istrinya dengan tidak tidur di ranjang yang sama dan membisu enggan berbicara kepadanya.

Apabila suami masuk rumah pun tidak mau memberi salam kepada istrinya, apakah sikap tersebut sesuai dengan sunnah ( petunjuk ) Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam menempuh sikap memboikot istri ? Dan apakah metode Rasulullah Alaihis Shalatu Wassalamu dalam menyikapi perbedaan yang terjadi bersama istri-istri beliau ?
Jawab :
Termasuk kekeliruan dan kesalahan sampai terjadi peristiwa yang demikian ( boikot istri ) di antara suami dan istri baik di ranjang atau pun komunikasi.
Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku yang paling di antara kalian terhadap keluarga. ”
Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam melakukan pekerjaan rumah sampai tiba waktu shalat, kemudian beliau pergi melkasanakan shalat ..
Maka tidak selayaknya bagi seseorang memboikot keluarganya, seandainya mereka memang bersalah maka hendaknya ia bersabar dan menerima keaadaan tersebut. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam : ” Janganlah seorang suami membenci istrinya, apabila terdapat perangai yang tidak ia sukai tentulah ada perangai lainnya yang ia ridhoi dari istrinya itu. ”
Juga sabda beliau : ” Sesungguhnya wanita ibarat tulang rusuk, apabila dipaksa lurus niscaya akan patah. Namun jika dibiarkan engkau dapat bersenang-senang bersamanya dan akan tetap akan bengkok. ”
Sikap pemboikotan ini justru akan memperkeruh keadaan. Bahkan sang suami seharusnya bersabar dan berlemah lembut kepada istrinya serta tetap berkomunikasi sesuai dengan apa yang dipahaminya sampai semua urusan menjadi baik ..
Seorang istri merasa cukup mendapatkan satu senyuman dari suaminya, yang itu mampu menghilangkan semua gejolak yang ia rasakan dalam hati.
Hendaklah kaum suami memperhatikan kondisi-kondisi seperti ini, agar ia hidup bersama istrinya dalam kehidupan yang penuh dengan keharmonisan dan keridhoan bersama. (put/thayyiba)
Oleh : Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-utsaimin

About Lurita

Lurita
Online Drugstore,cialis next day shipping,Free shipping,order cialis black,Discount 10%, dutas buy online