Home / Sastra / Syair dan Puisi / Indahnya Merajut Dakwah Dalam Jalinan Ukhuwah Islamiyah

Indahnya Merajut Dakwah Dalam Jalinan Ukhuwah Islamiyah

Ukhuwah
Ukhuwah

thayyiba.com :: Dalam beningnya tetesan embun pagi

Tersirat sifat Rahman dan Rahim-Mu

Penuh kesejukan dan kedamaian

Penuh ketenangan dan ketentraman

Betapa arif dan bijaksana goresan alam mengajarkan kepada kita

Tentang bagaimana sejuk, damai,tenang, dan tentramnya Ukhuwah Islamiyah

 

Ya Allah…, Ya Rabb…, Ya Ghaffar…

Ampuni hamba ini yang masih buta hati

Buta akan tanda-tanda kekuasaan-Mu

Sehingga tak kami indahkan perintahmu

Perintah yang telah kau siratkan melalui makhluk termulia-Mu

Seorang makhluk yang sejuk dan indahperangainya

Seorang makhluk yang arif dan bijaksana kepemimpinannya

Seorang makhluk yang disebut-sebut namanya oleh segenap makhluk bumi dan langit

Seorang makhluk yang mengenalkan keagungan-Mu dengan penuh kesabaran dan kelembutan

Seorang makhluk yang dirindukan syafaatnya

Beliaulah, Baginda Sayyidina WaHabibina Wa Rosulillah Wa Syafiina Wa Qurroti A’yunina Wa Maulana Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallam

Beliaulah yang telah mengajarkan betapa pentingnya menjalin Ukhuwah Islamiyah

Semoga sholawat dan salam selalu mengalir kepada beliau, segenap keluarga dan sahabat-sahabat beliau, segenap penerus perjuangannya, dan segenap umatnya.
Sungguh tak ada guna engkau bercerai-berai

Bercerai-berai dalam barisan yang satu

Barisan dengan satu tujuan, satu pedoman, dan satu panutan

Barisan Dinnul Islam

Sungguh tak ada guna engkau menyeru dalam kebaikan

Tapi engkau sendiri sepelehkan kebaikan

Kebaikan yang benar-benar tak ada keraguan

Itulah kebaikan Ukhuwah Islamiyah

 

Lihatlah rajutan jala

Sambung menyambung dalam satu kesatuan

Betapa bermanfaatnya dia

Tak seperti seutas benang senar sebelumnya

Lihatlah rajutan seorang penenun

Dia rajut seutas benang demi benang penuh ketelatenan

Sehingga tampak suatu keindahan

Tak seperti kusutnya benang sebelumnya

Lihatlah lidi yang disatukan

Menjadi sapu penuh kekuatan dan kebermanfaatkan

Tak seperti sehelai lidi yang rapuh tak ada guna sebelumnya

 

Tak cukupkah semua tauladan itu untuk kita ambil hikmahnya?

Untuk saling mengerti, karena kitasatu tujuan

Untuk saling memahami, karena kitasatu pedoman

Untuk saling menjaga, karena kitasatu saudara

Untuk saling bersatu, karena kitasatu barisan

Sungguh betapa indahnya rajutan dakwah dalam jalinan Ukhuwah Islamiyah

 

Ya Allah…, Ya Rabb…

Wahai Dzat yang Maha Suci, Maha Mulia, Maha Sempurna dan Maha Agung

Hanya Engkau tumpuhan dalam setiap untaian do’a dan munajat kami

Engkaulah Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Dengan kemulyaan, kebesaran dan keagungan derajat Baginda Habibillah, Rosulillah Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallam

Limpahkan kelembutan, kehalusan indahnya kasih sayang yang sempurna dan agung serta merata dari sisi Engkau kepada kami, kedua Orang Tua kami, segenap Guru-Guru kami, segenap keluarga kami, orang-orang yang berada dalam tanggung jawab kami, dan orang-orang yang berbuat baik atau berbuat buruk dan jahat kepada kami

Sinari, terangi, dan lapangkan hati sanubari kami untuk saling mengerti, memahami dan menjaga di antara saudara-saudara kami

Satukan kami dalam barisan yang kokoh untuk membawa panji-panji agama-Mu yang mulia nan agung

Sungguh engkaulah yang Maha Lembut, Halus Kasih Sayang-Nya, Maha Mulia dan Maha Pemberi anugerah yang agung.

Tiada daya upaya dan usaha serta kekuatan kecuali dengan pertolongan dan naungan perlindungan-Mu.

Sholawat serta Salam semoga senantiasa tercurahkan kehadirat Baginda Habibillah, Rasulillah Muhammad Shollallahu‘Alaihi Wasallam, Segenap keluarga dan sahabat-sahabat beliau yang telah mengajarkan kepada kami tentang betapa indahnya merajut dakwah dalam jalinan Ukhuwah Islamiyah. (put/thayyiba)

 

About Lurita

Lurita
Online Drugstore,cialis next day shipping,Free shipping,order cialis black,Discount 10%, dutas buy online

Check Also

Hei, Kau Lancang Sekali!

Oleh: Nasrudin Joha   Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. “Katakanlah (Muhammad), Wahai ...