Home / Kabar / Opini / RESENSI VIDEO CERAMAH YUSUF MANSUR (Bag. 5)

RESENSI VIDEO CERAMAH YUSUF MANSUR (Bag. 5)

Yusuf Mansur " "Butuh apa saja, cukup berdoa, tak butuh uang". (Foto : Inilah.com)
Yusuf Mansur : “Butuh apa saja, cukup berdoa, tak butuh uang”. (Foto : Inilah.com)

 Cukup dengan Doa, Tak Butuh Uang?

thayyiba.com:: Yusuf Mansur pernah bercemah di Sukoharjo, Jawa Tengah, tepatnya di Masjid Baiturrahmah. Ceramah ini dihadiri oleh bupati, wakil bupati, kapolres dan ratusan masyarakat Sukoharjo. Ceramah itu kemudian divideokan dan diunggah ke Youtube dan diberi judul ‘Ceramah Yusuf Mansur 2015 Allah akan Mengatur Rizki Manusia Khusus yang Beriman’.

Kali ini Yusuf Mansur mengatakan diawal ceramahnya, bahwa dia akan memberikan ‘dua ilmu, yang dengan ilmu ini dia menjamin manusia hidup tidak akan memerlukan uang untuk membiayai hidupnya. “Kedua ilmu ini jika ada yang menolaknya maka jelas tuhannya bukan Allah SWT,” kata Yusuf Mansur.

Ini adalah pernyataan yang sangat berani, yang tentu saja dasar dan dalilnya perlu didiskusikan. Apakah memang berasal dari nash Qur’an, hadist Nabi, pendapat ulama atau memang pendapat Yusuf Mansur sendiri.

Ilmu yang dimaksud Yusuf Mansur itu, katanya, sudah dibagikan dalam kuliah yang dia sebarkan lewat perkuliahan on line yang dipimpinnya. Kuliah ini ini dikuti oleh 800 ribu persera dan 2-3 ribu diantaranya berasal dari Sukaharjo.

Kuliah on line yang (mungkin) yang dimaksud Yusuf Mansur di sini adalah Sekolah Bisnis Wisata Hati yang beralamat di Graha Sentosa Raya No. 3C, Mekarjaya, Sukmaya, Depok. Akhir Oktober 2015 lalu, penulis mendatangi alamat ini. Ternyata di alamat tersebut hanya ada kegiatan pengajian anak-anak sekaligus tempat pemasaran usaha-usaha Yusuf Mansur. Staf Yusuf Mansur yang menunggui kantor ini mengatakan, bahwa kuliah tersebut belum berjalan dikarena legalitasnya belum jelas.

Dua ilmu yang dimaksud Yusuf Mansur dalam video ini adalah Ilmu Minta dan Ilmu Ngasi (memberi).

Ilmu Minta adalah meminta kepada Allah. Apa saja yang kita butuhkan maka minta saja kepada Allah. Meminta dengan doa, dengan sholat, dengan dhuha, tahajud dan tentu saja dengan sedekah.

Sebagaimana gaya ceramah Yusuf Mansur, dalam ceramah ini juga Yusuf Mansur membangun cerita fiktif dari imajinasinya yang mengisi bagian besar dari waktu ceramahnya. Ya, tentu saja cerita yang tak pernah ada ada, hanya sebuah karangan.

Yusuf Mansur memberi contoh Ilmu Minta ini. Jika seseorang ingin memiliki sesuatu, kendaraan, rumah dan sebagainya, atau seseuatu yang kecil sekalipun, seperti belanjaan di pasar, maka cukuplah dia meminta kepada Allah SWT dengan doa.

Yusuf Mansur kemudian menceritakan panjang lebar tentang seorang ibu yang yakin dengan Ilmu Minta ini sehingga dia ke pasar tak perlu membawa uang. Cerita fiktif berikutnya tentang seorang ayah yang sangat mebutuhkan uang untuk sebuah keperluan sehingga ia berencana menjual motor satu-satunya.

Lucunya, cerita yang sama juga disampaikan Yusuf Mansur dalam sebuah ceramah pada jamaah taraweh di satu musholla di Jakarta yang kemudian diuggah ke Youtube dengan diberi judul ‘Dahulukan Allah Jika Ingin Sukses’, namun di sini yang butuh uang adalah anak si bapak untuk uang kuliah. Mengulang-ulang cerita adalah ceramah khas Yusuf Mansur. Dia hanya mengganti nama tokoh dan obyek barangnya, sedangkan alur, latarbelakang dan ending cerita itu sama saja.

Untuk memperkuat Ilmu Minta ini, Yusuf Mansur meminta jamaah supaya mempraktekkan apa yang seperti diceritakan ini. Bahkan, dia menyuruh jamaah berani meminta hal-hal yang besar yang menjadi keinginannya saat ini.

Cara seperti ini sesunguhnya mudah untuk ditebak akhirnya. Jika ada jamaah yang mencoba dan ternyata tidak berhasil, kemudian mengadu kepada Yusuf Mansur, maka sudah bisa dipastikan Yusuf Mansur akan mengelak dengan memberikan jawaban antara lain : doa dan sholatnya tidak khusyu’, belum ada keikhlasan, ibadah yang belum maksimal, makanan yang masih haram dan sebagainya. Kesalahan itu akan dilemparkannya kepada pribadi orang itu, sehingga pada akhirnya jamaah itu tidak lagi mempersoalkan resep-resep Yusuf Mansur itu.

Jadi, menurut Yusuf Mansur, jika seseorang mengamalkan Ilmu Minta ini maka bisa dipastikan dia tidak membutuhkan uang sebagai alat tukar. Cukup berdoa, semua kebutuhan datang.

Seperti biasanya, sebelum mengakhiri ceramahnya, Yusuf Mansur melemparkan program untuk lembaga miliknya. Untuk kali ini, dia melemparkan program lelang lahan seluas 2300 meter untuk pengembangan PPPA Sukoharjo. Harga lelang setiap meternya sebesar Rp. 500 ribu/meter.

Yusuf Mansur dengan tanpa beban menyuruh kepada jamaah yang hadir, silahkan yang punya uang keluarkan semuanya di lembaran kain di depan. Yang punya perhiasan lebih mudah lagi karena langsung dicopot dari badannya. Yusuf Mansur meyakinkan, jika menunda pembayaran kredit motor, mobil atau rumah untuk disedekahkan kepadanya, maka dipastikan pada bulan depan akan mendapat rejeki yang berlipat.

Nah, memberikan harta untuk pengembangan lembaga Yusuf Mansur inilah yang dimaksud sebagai Ibu Ngasih (Memberi). Masalahnya, apakah betul uang dan harta yang dikumpulkan dari masyarakat Sukoharjo ini benar-benar digunakan seperti apa yang dikatakannya atau memang dibawa ke Jakarta untuk diri sendiri.[]

About Darso Arief

Darso Arief
Lahir di Papela, Pulau Rote, NTT. Alumni Pesantren Attaqwa, Ujungharapan, Bekasi. Karir jurnalistiknya dimulai dari Pos Kota Group dan Majalah Amanah. Tinggal di Bekasi, Jawa Barat.

Check Also

Antara Hawa Nafsu dan Syariat Allah

thayyiba.com :: Pernah denger nggak sih, kalimat semisal ini? “Jangan kayak gitulah, kalo gitu sih terlalu ...