Home / Artikel / Artikel Lepas / Waspada Nafsu Berkedok Cinta

Waspada Nafsu Berkedok Cinta

1504654942605

thayyiba.com :: Cinta adalah anugerah terindah yang diberikan Allah dalam hati manusia. dengan cinta hidup jadi lebih bermakna. Hidup menjadi penuh warna. namun jika cinta tak dipelihara, dibiarkan kotor dan ternoda, maka cinta akan berubah menjadi bencana.

Zina merajalela, s** bebas menggurita. jika sudah demikian, cinta tak lagi bermakna, cinta seperti itu hanya akan menyengsarakan anak manusia..begitulah cinta, jika nafsu menjadi panglimanya, maka cinta bukan lagi anugerah melainkan musibah.

Dizaman serba canggih ini, dimana akses informasi tanpa batas (baca : internet) dapat dirasakan oleh seluruh tingkat masyarakat. selain memiliki nilai positif untuk memperkaya khasanah keilmuan, sudah barang tentu memiliki sisi negatif yang sungguh mengerikan. kelemahan iman serta minimnya kesadaran akan bahaya dari sebuah internet, menyebabkan banyak anak manusia dari mulai anak-anak sampai orang dewasa jatuh terjerumus kelubang nista.

Salah satu sisi negatif yang menyerang manusia adalah virus cinta. namun sayangnya cinta yang semestinya membawa manusia itu semakin baik kualitas diri dan moralnya, justru yang terjadi adalah sebaliknya. yakni terjadinya kemerosotan moral.

Hal ini terjadi karena kemajuan teknologi yang semakin maju, namun tidak dibarengi dengan kemjuan moral dan iman. sehingga iman dan moral menjadi tertinggal dan terbelakang terjajah oleh kemajuan zaman yang semakin canggih ini. dengan kecanggihan teknologi mutakhir abad ini, siapa saja bisa merekam, men-videokan, mengirim via internet, mencetak dalam bentuk majalah aksi perzinahan mereka yang tak ubahnya aksi binatang tak berotak.

Kalau sudah begini, tatanan masyarakat kita menjadi berantakan. disebabkan nasab seseorang yang menjadi tidak jelas. anak mencari siapa orang tuanya, aku ini anak siapa, siapa bapakku, dia ayah atau kakekku, mengapa laki-laki yang kupanggil abang itu ternyata ayahku? dan sebagainya.

Oleh karenanya, penting sekali membentengi diri dengan iman yang kokoh dizaman yang penuh fitnah ini. menjadikan Allah sebagai satu-satunya tumpuan harapan, menjadikan Rasulullah sebagai satu-satunya teladan dan menjadikan Al-qur’an dan Sunnah sebagai satu-satunya pedoman. tanpa ini semua, sangat pasti banyak ummat ini akan mati tergulung dalam kehinaan dan kenistaan.

Semoga kita semua bisa menjaga diri dan keluarga dari bencana yang mengerikan ini, tidak terbuai dengan segala keindahan yang palsu. bencana ini sangat mengerikan, namun terlihat indah dan mempesona dipandang. berhati-hatilah.
Bârokallâhu fîk
Abu Ruafa

 

About A Halia

A Halia

Check Also

Lima Perusak Amal di Bulan Ramadhan

    thayyiba.com :: Lima hal ini patut dihindari ketika kita menjalankan puasa di Bulan Ramadhan. ...