Home / Sastra / Cerpen / Apa Arti Cinta Seorang Ayah?

Apa Arti Cinta Seorang Ayah?

wpid-sang_ayah

thayyiba.com ::

Angin mulai berhembus, seolah-olah menginginkan makhluk di sekitarnya ikut menari seperti dedaunan yang dilintasi jalur angin itu. Dedaunan tersebut nampak hijau segar tak ada sehelai pun yang terlihat layu dan akan gugur. Sore ini, adalah hari yang sangat berharga dalam hidupku. Tujuh belas tahun yang lalu, matahariku berjuang seakan tak menghiraukan hidupnya yang telah ia perjuangan sekian lama hanya demi kehidupan baruku pada waktu itu. Saat ayah bercerita, ia mengungkapkan bahwa sangat bangga memilikiku, putri kecil lucu yang selalu tersenyum gembira saat ayah akan menggendongku.

Namun, yang kurasa kebahagiaan dan kebanggaan ayahku hanya bertahan dua tahun sebelum aku akan merayakan pesta kelahiranku ini. Setiap malam ketika aku akan memejamkan kedua mataku, aku selalu berpikir. Apakah alasan yang mengubah sikap ayah sehingga dingin terhadap putri kecilnya dulu. Apakah benar ucapan ayah saat itu? Apakah ayah akan benar-benar membenciku tuk selamanya? Apakah ayah tidak akan mengakui aku sebagai penerusnya? Pertanyaan itu selalu terbayang dalam pikiranku.

Kucoba tuk mengungkap rahasia itu, kurenungkan setiap malam hingga kini kudapatkan jawaban yang telah melegakan hatiku. Kuputuskan akan menuruti perkataan ayah, akan selalu menurutinya, bahkan hingga datang seorang pangeran yang dapat membuat hatiku luluh.

Kutiup lilin di atas kue buatan mama, kumantapkan hatiku, dan berbisik pada ayah bahwa aku akan mulai tuk berhijab. Akan mulai menutup aurat. Akan mulai tuk menjaga mahkotaku, seperti permintaan ayah dua tahun yang lalu. Kuputuskan hubunganku dengan Reno tepat pada saat pesta kelahiranku. Mungkin berat bagiku tuk berpisah dengan dia. Dia yang telah menemanii tiap hatiku sejak aku duduk di bangku SMA.

Aku hanya ingin membahagiakan ayah, membahagiakan mama, dan mendoakan mereka agar dapat hidup tenang di surga kelak. Mungkin cintaku pada Reno sangatelah besar hingga aku merasa tak mampu menghapus jejaknya dalam hidupku. Namun, aku sangat mencintai ayah, aku tak ingin hidupnya terasa sangat berat karenaku. Aku mulai percaya, bahwa cinta yang abadi adalah cinta dari ayah dan mama tuk anaknya. Dan juga cinta dari imamku sesuai restu ayah kelak.

 

 

Oleh: Diana Maulina Putri

About A Halia

A Halia

Check Also

Sebuah Jilbab Seribu Kebaikan

thayyiba.com :: Zaman sekarang, dikota besar, dikota kecil, desa, kampung dan pedalaman yang sangat jauh, ...