Home / Sastra / Cerpen / Melupakanmu

Melupakanmu

o-750x422

thayyiba.com ::

Sudah lebih dari sebulan dia tak pernah memberiku kabar, padahal kapanpun dan di manapun itu dia takkan pernah lupa memberikan secuil sms singkat yang sering berisi “jangan lupa shalat” itulah sms yang sering kudapat darinya tapi kini semua hilang bagai orang asing yang tak pernah mengenal satu sama lain.

Setelah sekian lama, tak kudapat kabar darinya. Kini aku memberanikan diri untuk menanyakan kabarnya terlebih dahulu.
“hey apa kabar? Kok gak pernah ada kabar sih? Sibukkah? Atau aku sering mengganggumu? Apapun itu aku minta maaf” setelah kukirim di nomor yang sering kupakai dengannya untuk saling memberi kabar, yah terkirim. Tapi dia tak pernah menanggapinya.

Aku tak pernah menyerah, lusa aku coba memberi kabar lagi padanya, tapi ternyata masih seperti hari itu. Dan seminggu berlalu.. Aku memberikannya pesan suara, karena nomor ponselnya tidak aktif. Tapi, semuanya percuma. Dia tak pernah membalasnya.

Kini aku mulai geram dengan tingkahnya yang seperti ini padaku. Aku mulai membuka fb, dan melihat semua aktifitasnya, ternyata dia mulai aktif di fb. Yah, aku tau dia sangat tergila-gila dengan perubahan islamiyah, dia ingin membela agama islam. Aku tau itu, jadi aku coba membuat status yang berisi “ada apa denganmu” aku mentag dia dan.. Dia membalasnya, “kenapa” dan aku pun membalas “selama ini kenapa kamu gak ada kabar? Apakah kamu sibuk? Ataukah aku punya salah terhadapmu? Kalau memang benar aku minta maaf” dan dia menjawab “aku baik baik saja” dia melanjutkan “kamu tidak usah terlalu alay, apakah aku harus chat denganmu terus menerus? Itu hanya membuang waktu”.
Astaghfirullah.. Hatiku sangat sakit sekali melihat dan membaca balasan darinya.

Setelah melihat balasan itu, aku memutuskan untuk menghapus kirimanku itu dan melupakan dia. Tetapi, tidak melupakan untuk selamanya. Aku akan selalu mendo’akannya, dan bahkan sampai saat ini, namanya selalu ada dalam tiap bait do’aku.

 

 

Oleh: Mst’sr

About A Halia

A Halia

Check Also

Kutitip cinta pada adzan terakhirmu

thayyiba.com :: Entah sampai kapan aku akan terus seperti ini, menikmati rindu yang menghancurkan perasaanku. ...