Home / Artikel / Humaniora / Berikan Kami Roti! Tak Apa Meski Roti Basi

Berikan Kami Roti! Tak Apa Meski Roti Basi

Oleh: Ana Nazahah

Salah satu kue penganten paling mahal (foto : istimewa)

Wow… Uni Emirat Arab, negara yang seharusnya menjadi trendsetter Islam, 7 Februari lalu, disibukan dengan agenda Bride Show Dubai 2018. Tidak tanggung-tanggung, salah satu objek yang dipamerkan adalah kue mewah seharga 13 miliar.

Kue yang dipesan ini dibuat berbentuk perempuan pengantin tradisional Arab dan dihiasi oleh lima berlian putih. Masing-masing berlian tersebut bernilai US$ 200.000 atau sekitar 2.7 milyar rupiah dan diklaim sebagai “The Million Dollar Bride”.

Wih, mewah bener ya hanya untuk kue. Biayanya bisa untuk 20an orang kuliah Kedokteran hingga selesai looh. Coba bayangin berapa kebaikan yang bisa diberikan sang dokter untuk umat?

Bukan niat mengghibah ya. Hanya ini sangat absurd bagi saya. Mau aja menghambur-hamburkan uang sebegitu banyaknya hanya untuk kue, sementara negara tetangga kita, saudara kita sendiri, sedang menjerit kelaparan. Sudah kemanakah hati nurani?

Entah untuk siapa kue itu. Terlepas dari isu keagamaan, meski dunia Arab selalu identik dengan Islam. Saya mencoba melihatnya dari sisi kemanusiaan. Bahwa dunia hari ini miskin sikap kemanusiaan. Ada banyak sekali saudara kita di dunia kelaparan hingga meregang nyawa. Ham? Bulshit. Tidak berlaku jika itu Muslim.

Hari ini ada Rohingya yang mengemis makanan di negara-negara tetangga. Yaman dengan ribuan anak busung lapar, Afrika dengan derita kelaparan yang telah lama menjadi isu hotline dunia. Dan baru-baru ini Ghouta dengan sampah yang menjadi makanan mereka. Jika roti basipun yang kita beri, sungguh sangat berharga bagi mereka.

Fenomena abainya dunia pada derita kelaparan yang melanda di sebagian negara, menjadi bukti nyata bahwa dunia dengan sistem sekulerisme yang sedang bercokol dalam kehidupan, telah mengubah manusia menjadi tidak manusiawi.

Ideologi ini hanya menciptakan manusia hedonis dan egois. Tak terkecuali Muslim, bahkan yang tinggal di Arab. Sifat egoisnya pun sudah mencapai taraf akut, hingga aturan Allah ditolak mentah-mentah.

Saya jadi ingin sekali bertanya, bagi mereka yang menolak Sitem Khilafah. Hujjah apa yang mereka punya kelak di pengadilan Allah saat ditanya tentang wanita-wanita suci palestina yang diperkosa puluhan kali dalam sehari. Tentang derita Rohingya, mereka disebelih layaknya hewan. Ghoutah yang dikurung dalam penjara besar dengan linangan darah dan air mata.

ITTAQULLAH! Takutlah kepada Allah! Takutlah kepada Allah wahai sekalian manusia. Sungguh kelak kita akan menghadap Allah. Dan kita akan dimintai pertanggungjawaban dari setiap apa yang telah kita kerjakan.

 

About Redaksi Thayyiba

Redaksi Thayyiba
Redaktur

Check Also

TENTANG KETAMPANAN NABI YUSUF

  Oleh : Inayatullah Hasyim (Dosen FH Universitas Djuanda Bogor) Siapa bintang film paling tampan ...