Home / Artikel / Artikel Lepas / Bukti Sabda Rasulullah Benar, Rahasia Tanah Sebagai Pensuci Najis Air Liur Anjing

Bukti Sabda Rasulullah Benar, Rahasia Tanah Sebagai Pensuci Najis Air Liur Anjing

thayyiba.com :: Seringkali di kehidupan nyata dan di televisi, kita melihat banyak orang sangat suka memelihara anjing, bahkan terdapat beberapa muslim yang suka berinteraksi dengan anjing. Mungkin mereka belum tahu, bahaya dari memelihara anjing.

Terlebih dari masalah itu, ketika seseorang anti anjing terkena air liur anjing, beberapa orang memilih membersihkan anggota badan dan atau perabotan rumah tangga menggunakan sabun dan merasa sudah bersih, namun ternyata berdasarkan hasil penelitian, mencuci bekas air liur anjing dengan sabun masih menyisakan kuman. Lantas, jika menggunakan tanah tanah sebagai pembersih pertama untuk bekas air liur anjing, dapat membersihkan benda yang terkena ajing secara tuntas.

Mari kita kaji bersama penelitian tentang air liur anjing dan penelitian tanah yang dapat menyerap virus-virus yang menempel pada benda ataupun tubuh manusia. Kebenaran islam sedikit demi sedikit mulai terbukti kebenarannya, dengan semakin majunya teknologi semakin banyak ditemukan kebenaran islam dalam alquran dan hadits.

Satu fakta yang mengejutkan bahwa hadist Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam tentang membasuh air liur anjing dengan tanah ternyata memang sangat beralasan dari sisi ilmu kedokteran.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda :

طُهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيْهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ، أُوْلاَهُنَّ بِالتُّرَابِ

Sucinya bejana kamu yang dijilat anjing adalah dengan cara mencucinya sebanyak tujuh kali dan yang pertama dengan tanah.” [Mutafaqqun ‘alaih]

Beberapa penelitian mengungkapkan tentang rahasia yang terkandung dalam tanah dan bahaya air liur anjing yang merupakan najis mugholadoh atau najis berat. Penelitian yang terpisah itu dapat menjadi acuan bagi umat islam, bahwa air liur dapat disucikan dengan tanah.

Eksperimen Presiden Soekarno juga bisa dijadikan acuan mengapa sabun tidak bisa menggantikan peran tanah sebagai pensuci air liur anjing. Saat itu, Presiden Soekarno mengatakan kepada para ulama bahwa, tidak perlu menggunakan tanah untuk mensucikan benda yang terkena anjing, cukup dengan sabun. Namun, para ulama memberikan kesempatan pada presiden untuk melakukan eksperimen bagaimana kebersihan bekas benda yang terkenda air liur anjing yang menggunakan tanah atau sabun.

Fakta tentang Anjing

dr. Roddie G dan tim peneliti menemukan bahwa terdapat 180 sel telur ulat dalam 1 gram bulu anjing, ¼ lainnya membawa jentik-jentik kuman yang tumbuh dan berkembang. 3 diantaranya dapat matang dengan cara menempelkannya pada kulit. Sel-sel telur ulat ini sangat lengket yang panjangnya mencapai 1 mm. Data dari Amerika menunjukkan bahwa terdapat hamper 10.000 orang yang di rawat inap akibat sel-sel telur ulat dari anjing. Biasanya penyakit ini berasal dari anjing melalui air liurnya.

Survei Pemelihara Anjing

Menurut hasil penelitian di University of Munich, 2006 bahwa memelihara anjing meningkatkan resiko kanker payudara. Sebanyak 79% ternyata, penderita kanker payudara banyak berinteraksi dan beraktivitas untuk merawat anjing.
Aliansi dokter kesehatan anak di Jerman sepakat bahwa air liur anjing dari jenis apapun berbahaya untuk kesehatan organ dalam manusia,

Rahasia Tanah Pensuci Najis Air Liur Anjing

Imam Nawawi dalam syarah shahih muslim mengatakan bahwa, mayoritas ulama bersepakat bahwa yang dimaksud dengan cucilah tujuh kali, dan salah satunya dengan tanah dicampur air.

Menurut ilmu kedokteran modern melalui sebuah penelitian yang dipimpin oleh Professor David Livermore yang merupakan professor di medical microbiologi di Norwich Medical School, tanah mengandung 2 unsur yaitu tetracycline dan tetarolite, yang dapat digunakan untuk sterilisasi kuman. Para dokter mengatakan, kekuatan tanah dapat menghentikan reaksi liur anjing dan virus-virus yang ada di dalamnya karena perbedaan daya tekan cairan liur anjing dan tanah. Maa Syaa Allah…

Memang, Islam mengizinkan memelihara anjing. Namun, untuk menjaga hewan ternak dan berburu. Akan tetapi, jika tidak cukup terdesak ada baiknya jika tidak memeliharanya demi menjaga kesehatan dirinya dan lingkungannya. Hanya orang yang dikelabuhi hawa nafsu, yang mencari cara agar memelihara anjing menjadi halal, bahkan untuk sekedar mainan atau teman jalan-jalan.

Sabda Rasulullah:

مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ كَلْبَ صَيْدٍ نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ


“Siapa yang menjadikan anjing –kecuali anjing penjaga ternak, atau anjing pemburu, atau anjing penjaga tanaman- niscaya berkuranglah satu qirath pahalanya setiap hari” (HR Al-Bukhari dalam Al-Buyu (2237) dan Muslim dalam Al-Musaqat (1567)

Semoga fakta diatas dapat menambah keimanan kita dan mencintai Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam. Aamiin. []

Referensi:
1. researchgate.net
2. ncbi.nlm.nih.gov
3. telegraph.co.uk
4. uea.ac.uk
5. almanhaj.or.id
6. majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun XVIII/1436H/2014M
7. YtCrash
8. https://skifkunram.com/rahasia-tanah-sebagai-pensuci-najis-air-liur-anjing
9. https://www.dakwatuna.com/2012/03/24/19564/mengapa-jilatan-anjing-dibersihkan-dengan-tanah-bukan-dengan-air-1

About A Halia

A Halia

Check Also

Manfaat Buah Nanas untuk Mengurangi Lemak Perut

thayyiba.com :: Memiliki lemak yang berlebih pada bagian perut mungkin menjadi salah satu masalah yang ...