Home / Kabar / Opini / Begini Kata Felix Siauw soal Ucapan Selamat Natal

Begini Kata Felix Siauw soal Ucapan Selamat Natal

Foto: Dai remaja, Felix Siauw.

thayyiba.com :: Dai remaja, Ustadz Felix Siauw memberi tanggapan soal upaya pemurtadan yang tak jarang, terutama ketika momen perayaan ibadah umat di luar Islam. Menurutnya upaya tersebut perlu disadari, karena setiap pemeluk pasti memiliki semangat untuk menyebarkan agamanya.

“Karena kalau ada orang-orang yang sudah tidak semangat lagi menyebarkan agamanya, itu adalah tanda kematian daripada agamanya itu sendiri,” ujarnya di Asrama Haji Pondok Gede, Bekasi, Selasa (19/12/2017).

“Maka kalau kita lihat di Indonesia agama apapun itu terutama agama Kristen misalnya, ada semacam semangat dalam menyebarkan agamanya. Sama seperti seorang Muslim yang pasti bersemangat menyebarkan agamanya,” sambung ustadz Felix.

Terkait perayaan dan uacapan selamat natal, pria yang menjadi mualaf pada 2002 itu mengatakan bahwa hal tersebut merupakan salah satu syiar yang menjadikan seseorang murtad.

“Memang betul bisa jadi seorang Muslim tidak akan rusak aqidahnya dengan cara mengucapkan selamat natal. Tapi sebenarnya itu adalah bagian daripada jalan menuju ke sana, karena mereka sudah mengakui ada Tuhan selain Allah. Nah, jadi artinya tidak serta merta orang murtad, tapi aqidahnya sudah mulai terganggu di sit,” jelasnya.

Jika pengucapan selamat natal sudah dilazimi oleh umat Islam, kata dia, maka nantinya akan ada premis-premis lain yang diberikan untuk mengurangi aqidah mereka.

“Sudah, gak papa kan cuma mengucapkan selamat natal. Besoknya, udah gak papa kan cuma menemani saya pergi ke gereja. Sudah, gak papa kan cuma ngomong begini saja, lama-lama kena (upaya pemurtadan.Red),” ujarnya.

“Ingat! Setan itu menggoda manusia dengan kata-kata,” pungkas Ustadz Felix.

Reporter: Qoid
Editor: M. Rudy

Artikel: https://www.kiblat.net/2017/12/20/begini-kata-felix-siauw-soal-ucapan-selamat-natal/

About A Halia

A Halia

Check Also

Longsor Elektabilitas Jokowi, Rasa Luhut Binsar Panjaitan

Oleh: Miftah H. Yusufpati (Wartawan Senior)     AURA kepanikan itu tak bisa ditutupi lagi. ...