Home / Sastra / Syair dan Puisi / Hei, Kau Lancang Sekali!

Hei, Kau Lancang Sekali!

Oleh: Nasrudin Joha

 

Ilustrasi (Foto: Erabaru)

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

“Katakanlah (Muhammad), Wahai orang-orang kafir…aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah, untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”  (QS AL KAFIRUN)

 Kau ubah konstitusi, silahkan saja. Kau produksi UU dan merubahnya, terserah saja. Kau ubah UU ormas untuk mengkriminalisasi ajaran Islam khilafah, suka-suka kau lah. Tapi, kau berani ubah Al Qur’an?

Berapa kau dibayar untuk mengubah istilah Al Qur’an? Rendah sekali kau? Sejak kapan predikat kafir disebut kekerasan teologis? Sejak kapan ajaran Al Quran dituding intoleran?

Hei kau, iya kau. Yang ngomong ngecapruk meminta tidak sebut kafir, dengan dalih apapun, mau tau apa itu kekerasan teologis? Itu Disana, di Palestina kaum muslimin dibantai atas dasar sentimen teologis agama Yahudi. Pingin tahu lagi? Itu, di Rohingya, kaum muslimin menjadi korban kekerasan teologis dari teroris penganut Budha. Kau mau tau lagi, di India kaum muslimin dibantai ekstrimis Hindu, di Uighur kaum muslimin di bantai rezim komunis.

Kemana kau? Mana fatwa kau? Mana pernyataan kekerasan teologis? Mana, mana? Banyak makan uang haram, mulut jadi moncong setan. Tidak lagi peduli halal haram, semua dihantam hanya untuk cari makan dari bangkai dunia.

Hei kau, mau tau intoleransi? Itu, kaum muslimin dilarang berhijab, di Perancis. Disini, memakai cadar saja langsung dipecat dari dosen. Itu intoleransi menggunakan jalur kekerasan teologis. Yang tidak sepaham dituding intoleran, radikal, teroris. Puas? Puas? Puas?

Hei kau, para perusak ulama, perusak agama, perusak akidah umat, memang mau hidup didunia abadi? Usia sudah bau tanah, wajah hitam nyaris tak ada aura iman dan nyaris tak ada cahaya wudhu, mau apa yang kau banggakan? Umur yang kian merenta? Pengikut yang kelak akan menuntutmu? Jelek sekali makhluk seperti kau ini?

Silahkan bikin fatwa sesukanya, kami akan tetap taat pada Al Qur’an. Sebut saja, dengan sebutan sesukamu. Tapi kami, tetap akan tunduk pada Al Qur’an bahwa orang yang tidak mengimani keesaan Allah Subhanahu Wata’ala, membuat sekutu-sekutu bagi Allah Subhanahu Wata’ala, adalah kafir.

Ini tahun politik, kami akan kabarkan kepada umat Islam haram memilih pemimpin kafir, apapun alasannya. Kita lihat saja, apa yang akan terjadi, kami pasti akan konsisten taat kepada hukum Al Qur’an.[].

 

About Redaksi Thayyiba

Redaksi Thayyiba
Redaktur

Check Also

PUISI INDAHNYA SUBUH-MU

Dingin menikam tulang Bukan penghalang Berkunjung ke Istana Sang Maha Karya Agar terbina hati yang ...