Home / Catatan / Catatan Hukum / Direktur Paytren Anak Durhaka?

Direktur Paytren Anak Durhaka?

Ny. Suripah dan Penulis di PN Jakarta Selatan

 

Kamis (28/3) kemarin adalah Kamis yang kesekian Ny. Suripah (dalam dokumen lain tertulis ‘Musripah’) datang dan mengikuti persidangan di Pengadila Negeri (PN) Jakarta Selatan. Di sini, anak laki-laki sulungnya, Achfas Achsien yang juga Direktur Paytren Asset Managemen (PAM) perusahaan milik Yusuf Mansur ini, berperkara dengan tiga anaknya yang lain, yakni Enie Aryani Achsien, Yati Achyatie Achsien dan Arwani Achsien. Ketiga anak Ny. Suripah yang disebut terakhir ini menggugat kakak kandung mereka Achfas Achsien akibat pembagian uang hasil penjualan harta warisan yang diduga tak adil.

Bukan hanya kepada adik-adiknya, kepada Ny. Suripah yang merupakan ibu kandung Achfas Achsien juga diperlakukan sama, tidak diberikan uang hasil penjualan yang proporsional dan adil. Akibatnya, dalam usia jelang senja ini, Ny. Suripah bertahan hidup dalam kesederhananaan. Sementara anaknya, Achfas Achsien hidup dalam kebercukupan dan menguasai asset properti yang tidak sedikit.

 

Salinan Kartu Identitas Pensiun (Karip Ny. Suripah

 

Demi mendapatkan keadilan yang dituntut dari anaknya Achfas Achsien, Ny. Suripah berdiri bersama ketika anaknya yang lain. Itu pula sebabnya, Ny. Suripah rela bersusah payah melakoni perjalanan Bandung – Jakarta pergi pulang setiap Kamis sejak November tahun lalu.

Sama seperti Kamis-kamis sebelumnya, pada Kamis (28/3) ini pukul sembilan pagi Ny. Suripah sudah terlihat di depan ruang siang satu PN Jakarta Selatan. Dia dengan tenang menunggu giliran perkara anak-anaknya digelar. Pada sidang kali ini majelis hakim mendengarkan kesaksian dari saksi yang diajukan ketika anaknya sebagai penggugat. Dengan khusyu, Ny. Suripah mengikuti jalannya persidangan. Pertanyaan kuasa hukum para pihak dan mejelis hakim serta jawaban saksi disimak Ny. Suripah. Sesekali wanita berusaha 73 tahun ini mengangguk-angguk.

Selepas sidang, ketika berjalan meninggalkan ruang sidang, di tangga lorong menuju pintu keluar, penulis menyapa dan memegang lengan Ny. Suripah yang bejalan dengan bantuan tongkat ini. Penulis menanyakan kesehatan dan keadaannya, yang dijawabnya dengan kata ‘baik’. Penulis kemudian menanyakan tentang Achfas Achsien. Sambil menyodorkan salinan Kartu Indentitas Pensiun (Karip) dari Taspen, Ny. Suripah berkata singkat, “Dia anak durhaka!”

About Darso Arief

Darso Arief
Lahir di Papela, Pulau Rote, NTT. Alumni Pesantren Attaqwa, Ujungharapan, Bekasi. Karir jurnalistiknya dimulai dari Pos Kota Group dan Majalah Amanah. Tinggal di Bekasi, Jawa Barat.

Check Also

RUU P-KS dan Tindak Pidana Kekerasan Seksual

Oleh : Chandra Purna Irawan,S.H.,M.H.(Ketua Eksekutif Nasional BHP KSHUMI dan Sekjend LBH PELITA UMAT)   ...