Home / Kabar / Asia / Pelajar Indonesia di Yordania Harap Kedua Capres Bahas Palestina di Debat Keempat

Pelajar Indonesia di Yordania Harap Kedua Capres Bahas Palestina di Debat Keempat

Capres 01 Jokowi dan Capres 02 Prabowo dalam salah satu kesempatan debat capres beberapa waktu lalu. (Foto Straits Times)

thayyiba.com :: Jelang pelaksanaan debat calon presiden dan wakil presiden keempat dengan tema keamanan dan hubungan internasional yang akan digelar pada 30 Maret, beberapa pelajar Indonesia menyampaikan harapan agar isu Palestina dapat menjadi sorotan utama kedua pasangan.

Harapan itu, salah satunya, disampaikan Ihtisyam, mahasiswa jurusan ekonomi di Universitas Yarmouk, Jordania, bahwa selama ini Indonesia telah konsisten mendukung kemerdekaan dan pembangunan kapasitas Palestina, namun perjuangan di tingkat internasional masih perlu ditingkatkan.

“Kita perlu melihat bahwa calon-calon pemimpin kita masih berkomitmen, terus berjuang untuk membebaskan Palestina dari pendudukan Israel,” kata dia, seperti dikutip dari kantor berita Antara, Sabtu (30/03/2019).

Selain itu, Ihtisyam berpendapat bahwa prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif perlu dimanfaatkan lebih baik lagi untuk mendukung diplomasi Palestina, baik di PBB dan organisasi internasional lainnya, maupun secara bilateral ke negara-negara lain.

“Seperti di Jordan, isu Palestina sangat sensitif karena pemerintah Jordan bersedia menampung ratusan ribu pengungsi Palestina, yang tentunya turut mengambil anggaran negara mereka. Jadi saya pikir, Indonesia juga perlu mendukung pengungsi Palestina melalui Jordania,” kata dia.

Terkait pengungsi Palestina, Indonesia telah berkomitmen meningkatkan dana bantuan kepada Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) sebesar 1 juta dolar AS atau setara sekitar Rp14 miliar pada 2019 dari sekitar 200 ribu dolar AS atau sekitar Rp2.9 miliar pada 2018.

Harapan senada juga disampaikan Nadiyah Dinilah yang menemani suaminya mengambil pascasarjana di Universitas World Islamic Science and Education (WISE) di Jordania, bahwa peran Indonesia untuk mendukung Palestina sangat krusial dan diakui oleh Bangsa Palestina sendiri.

“Tapi, itu belum cukup, apalagi Indonesia saat ini jadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB sehingga sangat perlu meningkatkan lobi atau diplomasi Indonesia untuk membela Palestina di tingkat dunia. Terutama karena Amerika sangat berat sebelah mendukung Israel,” kata dia.

Menurut salah satu diaspora muda lulusan Sastra Arab UI, sangat dipahami bahwa Amerika Serikat memiliki hak veto di Dewan Keamanan PBB, karena itu diplomasi Indonesia diperlukan untuk menggalang dukungan internasional bagi Palestina.

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Jordania akan menyelenggarakan pemilihan umum secara langsung pada 12 April 2019 dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 1.032 orang dari 1.486 diaspora Indonesia di Jordania. Di antara jumlah DPT tersebut terdapat 130 pemilih muda yang sebagian besar pelajar di Jordania. (thayyiba.com)

About Azah

Check Also

Presiden Erdogan Resmikan Museum Sejarah Turki di Eskişehir

Sektor pariwisata menjadi salah satu unggulan bagi Republik Turki. Selain terus menggenjot tempat wisata alam, pemerintahan Presiden Erdogan juga terus menambah destinasi wisata edukasi seperti museum.