Home / Kabar / Afrika / PBB: Lebih dari 137.000 Warga Somalia Hidup Terlantar

PBB: Lebih dari 137.000 Warga Somalia Hidup Terlantar

Pengungsi Somalia (Foto Anadolu)

thayyiba.com :: Lebih dari 137.000 warga Somalia terpaksa mengungsi dari rumah mereka pada kuartal pertama 2019. Hal itu berdasarkan laporan Badan Pengungsi PBB (UNHCR), Kamis (11/04/2019).

“Lebih dari 137.000 orang meninggalkan rumah mereka pada kuartal pertama 2019, menurut UNHCR yang memimpin Jaringan Pengembalian Pemantauan Perlindungan. Jumlah orang yang terlantar terus meningkat dari bulan ke bulan, di mana 51.000 orang melarikan diri pada Maret saja,” kata Dewan Pengungsi Norwegia (NRC), seperti dikutip dari kantor berita Anadolu, Jumat (12/04/2019).

Menurut pernyataan itu, secara keseluruhan 2,6 juta orang telah mengungsi.

“Kami melihat kecenderungan tragis tahun ini, di mana semakin banyak orang terlantar akibat kekeringan dan konflik di Somalia. Mereka mencari bantuan untuk bertahan hidup, melarikan diri ke daerah perkotaan, mendirikan tempat penampungan sementara di mana pun mereka bisa,” kata Kennedy Mabonga, direktur program regional NRC.

Sebagian besar dari mereka yang mengungsi akibat kekeringan berasal dari wilayah Somaliland, Puntland, Mudug dan Galgaduud, sementara yang mengungsi akibat konflik sebagian besar berasal dari wilayah Tengah dan Bawah Shabelle.

“Konflik dan serangan udara memaksa ribuan orang melarikan diri dalam ketakutan. Kekeringan telah merugikan petani dan peternak, menyebabkan migrasi ke kota. Sementara itu, pengusiran paksa di daerah perkotaan meningkat,” ujar Mabonga.

Faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap perpindahan itu adalah banjir, rasa tidak aman dan kurangnya mata pencaharian.

PBB mengajukan permintaan dana bantuan untuk program kemanusiaan di Somalia pada 2019 sebesar USD1,08 miliar, tetapi hanya 13 persen dari jumlah tersebut yang terpenuhi hingga saat ini. (thayyiba.com)

About Azah

Check Also

Independent: Sebelum Meninggal, Mursi Dibiarkan Tergeletak Di Lantai Selama 20 Menit

Kepolisian Mesir diduga kuat menjadi penyebab kematian Presiden Terkudeta Mesir Muhammad Mursi. Pasalnya, mereka membiarkan Mursi yang jatuh pingsan di lantai selama kurang lebih 20 menit.