Home / Fashion / Life & Love / Dunia Pendidikan Dihancurkan oleh Game Online

Dunia Pendidikan Dihancurkan oleh Game Online

Oleh : Rina Maruti

Game Online telah merusak pendidikan kita (Foto : Istimew)

Baru tadi subuh pas sahur iseng nyetel tipi. Lalu, ada sebuah iklan yang bikin kening saya berkerut dan pengen marah rasanya. Sebuah iklan yang gak pantes banget, pengen tau iklan apa? Iklan game online.

Baru aja kemarin saya ngeshare postingan tentang wacana menpora yang akan memasukan e-sport ke kurikulum, ehh, sahur tadi langsung ada iklannya yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Begini iklannya:

Di sebuah kelas, terdapatlah seorang bapak guru yang digambarkan sebagai guru killer sedang menulis materi pelajaran di papan tulis. Semua siswa dengan terkantuk-kantuk terpaksa mengikutinya, sambil takut jika si guru marah kalau tidak diikuti mencatat materi tersebut. Tiba-tiba datanglah seorang siswa yang terlambat. Si guru killer tersebut langsung berubah ekspresinya, yang tadinya pasang tampang sok galak, tiba-tiba melunak. Lalu, segera menghampiri anak yang terlambat tersebut dengan sikap seperti seorang pembantu. Badannya dibungkukkan, tanda sangat menghormati murid tersebut, lalu tasnya ia bawakan. Dan si anak dipersilakan duduk di kursinya sambil dengan posisi membungkuk-bungkukkan badan seperti seorang jongos pada tuan mudanya.

i anak dengan santainya duduk dengan “songong”nya, karena dagunya ia angkat, tanpa berkata apa-apa. Semua teman-temannya langsung melihat ke arahnya dengan mulut ternganga-nganga karena takjub, kok si guru killer bisa tunduk padanya. Pengen tau kenapa? Karena si anak itu jago maen games online dan si bapak guru itu lawan mainnya. Ending iklannya: si anak songong itu main games online dengan guru sangar tersebut di taman sekolah.

Buat saya ini pelecehan banget untuk kami yang berprofesi sebagai pendidik. Jadi, itukah yang diinginkan oleh pemerintah kita dalam pembentukan karakter anak-anak kita di sekolah? Sudah di rumahnya sulit dikontrol oleh orangtuanya, ehh, di sekolah sekarang malah didukung bermain games online dan akan masuk kurikulum.

Terus, nanti guru-gurunya bakal ada diklat games online dong? Apa guru-guru import itu yang akan ngajarin cara bermain games online yang baik dan benar supaya anak-anak kita sukses jadi pecandu gadget?

Beginilah caranya menghancurkan bangsa ini dengan mudahnya. Hancurkan melalui anak-anak mudanya.

About Redaksi Thayyiba

Redaksi Thayyiba
Redaktur

Check Also

6 Olahan Buah Kurma yang Nikmat untuk Ramadhan atau Lebaran

Terlalu banyak stok kurma di rumah? Manfaatkan buah dari Timur Tengah ini dalam sajian hari ...