Home / Sastra / Essai / Jangan Tutup Pintu Masjid-mu

Jangan Tutup Pintu Masjid-mu

Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang (Foto : Dsrso Arief)

Sahabatku,

Bila suatu hari nanti kamu atau aku diizinkan Allah mampu membangun masjid,

pesanku:

Bukalah pintu masjidmu 24 jam, agar engkau tidak malu dihadapan Allah yang telah membukakan pintu ampunanNya untuk kita semua disetiap waktu.

Barangkali ada saudara kita yang ingin beri’tikaf malam atau bertahajjud dan pintu masjid yang dijaga oleh ta’mir tetap terbuka.

Jangan pernah engkau tulis ‘Dilarang Tidur di Masjid’,

karena kamu tidak tau ada beberapa musafir yang sama sekali tidak punya uang untuk menginap di hotel/penginapan,

dan perkarangan lantai depan masjid lah bisa mereka buat untuk mengistirahatkan kepenatannya itu bila masjidmu tidak memiliki tempat istirahat khusus tamu.

Jangan pernah kamu tulis,

Selain jamaah masjid dilarang menggunakan toilet.

Betapa perhitungannya kita dengan musafir, hanya menumpang buang air kecil pun harus dicegah.

Jangan pernah kamu tulis Jangan membawa anak kecil,

ketahuilah anak anak kecil itulah yang akan menjadi penerus kita.

Sahabatku,

Bangunlah masjidmu senyaman mungkin, karena masjid bukan hanya sekedar tempat bersujud,

tetapi bisa digunakan untuk bermusyawarah, menimba ilmu serta menenangkan hati dan mengistirahatkan dzahir dan batin kita.

Sebelum ku akhiri, bila kamu jadi pengurus masjid, jangan bangga jumlah infak yang ratusan juta tapi tidak digunakan untuk kemakmuran masjid.

Ingatlah!

Orang berinfak ke masjid itu berharap pahala jariyah, bagaimana mereka akan mendapatkan pahala amal jariyah dan kamu mendapatkan pahala menjaga amanah nya, sedangkan uang infak mereka tidak kamu gunakan, karena kamu hanya bangga dengan total saldo nya saja!

Permudahlah setiap orang yang mampir ke masjidmu, barangkali karena amal kecil itu bisa menjadi sebabmu ke sorgaNya.

 

(Artikel diambil dari WAG tanpa nama dan sumber tulisan)

 

About Redaksi Thayyiba

Redaksi Thayyiba
Redaktur

Check Also

SANDIAGA EFFECT

 Oleh : Setiawan Budi (Pemerhati sosial dan politik)      Semalam berkunjung kerumahnya seorang teman ...