Home / Fashion / Life & Love / 7 Kebiasaan Ini Buat Rumahmu Kotor dan Berantakan, Harus Segera Dihentikan

7 Kebiasaan Ini Buat Rumahmu Kotor dan Berantakan, Harus Segera Dihentikan

 

Kebiasaan yang harus diubah terkait kebersihan rumah

IDEAonline – Rumah berantakan itu sudah biasa.

Dari mulai barang-barang menumpuk, cucian piring dan baju yang juga menumpuk.

Memang cukup mudah untuk mengelola ketika waktumu senggang.

Tetapi ketika kamu sedang banyak pekerjaan dan menjadi sibuk, membereskan rumah membutuhkan niat dan keinginan yang sangat ekstra.

Akhirnya membereskan dan merapikan rumah menjadi tantangan tersendiri.

Akibatnya banyak pekerjaan rumah yang ditunda karena kita terlalu malas melakukannya.

Tapi bukan itu saja masalahnya, rasa malas dan tidak peduli terhadap rumah terkadang menjadi satu kebiasaan.

Untuk itu, kamu harus fokus mengubah perilaku atau kebiasaan buruk tersebut.

Jadi, apa saja kebiasaan yang sebaiknya kamu ubah agar rumahmu menjadi rapi dan bersih kembali.

Memasukkan segala macam barang ke dalam laci

Di kamar tidur atau ruangan lainnya, kamu tentunya memiliki satu laci sebagai tempat penyimpanan.

Karena terlalu malas, seringkali kamu memasukkan barang-barang secara sembarangan.

Alhasil, kamu sering melupakan benda apa saja yang ada di laci tersebut.

Tidak jarang pula kamu memasukkan barang yang cukup penting.

Jadi, sebaiknya bersihkan laci serbagunamu dan mulai disiplin dengan menggunakan ruang penyimpanan tersebut.

Tidak membersihkan perabot ketika sedang memasak

Ketika sedang memasak, terkadang terjadi kekacauan di dapur.

Terkadang, membersihkan cipratan minyak langsung ketika baru terkena akan lebih mudah dibersihkan daripada menunggu selesai memasak.

Dan jika kamu menunggu selesai memasak kamu juga akan malas membersihkannya.

Buatlah aturan bahwa kamu akan membersihkan area dapur ketika sedang memasak.

Tidak langsung membersihkan noda

Membersihkan noda yang sudah lama jauh lebih sulit daripada menghilangkan noda saat tumpahan terjadi.

Jadi jangan menunggu waktu untuk membersihkannya.

Buat lebih mudah dengan menyimpan semprotan penghilang noda atau produk pembersih noda rumah tangga lainnya yang mungkin dibutuhkan di tempat yang mudah dijangkau.

Tidak menyortir surat yang masuk

Tumpukan surat bisa menjadi kekacauan besar jika kamu hanya meletakannya di meja kopi.

Mengumpulkan kertas dan amplop seperti itu menjamin dua hal: rumah akan terlihat berantakan dan kamu bisa menghilangkan sesuatu yang penting.

Buatlah aturan, ketika surat atau brosur atau apapun yang dikirim ke rumah, segera dipilih berdasarkan hal yang penting dan letakkan di tempat yang aman.

Menimbun tumpukan majalah yang tidak pernah dibaca

Langganan majalah, seperti sisa surat, dapat terakumulasi lebih cepat dari yang disadari.

Kamu harus menjaga meja kopi atau meja kerja di rumah agar terbebas dari tumpukan majalah yang mungkin bisa saja sudah edisi 3 tahun yang lalu.

Sebaiknya tempatkan majalah pada satu tempat khusus.

Menunda cucian hingga sepasang kaus kaki terakhir

Mencuci memang bukan pekerjaan yang menyenangkan, jangan heran kalau kegiatan ini sering kali ditunda.

Jangan ditunda sampai kamu menggunakan kaus kaki atau pakaian terakhirmu.

Buatlah aturan yang baru, misalnya satu hari khusus untuk kamu mencuci.

Luangkan satu hari tersebut agar kamu tidak perlu melakukannya di hari-hari lain.

Melempar pakaian dan aksesori ke kursi

Apakah kursi di kamar tidur berperan ganda sebagai penyimpanan pakaian?

Sangat mudah untuk pulang ke rumah, berganti pakaian dan menggantungkan pakaian di kursi untuk diatasi nanti.

Tetapi jika kamu membiarkannya menumpuk, kamu akan memiliki masalah baru untuk dihadapi nanti.

Hancurkan kebiasaan dengan membuat aturan bahwa kamu harus mengembalikan barang-barang ke lemari sebelum dapat mengambil barang baru, atau jika itu tidak bisa dilakukan, buat aturan baru bahwa tidak ada yang diperbolehkan untuk tetap di kursi semalaman .

Sumber: iDea

About A Halia

A Halia

Check Also

BURUK DI AKHIR

Oleh: M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik dan Keagamaan)   Banyak tokoh apakah pejabat, politisi, cendekiawan, ...