Home / Artikel / Humaniora / Sufi Moderen (2)

Sufi Moderen (2)

Amal Unggulan: Memiliki Banyak Isteri

Oleh: Thabrani Syabirin

Seorang pria dengan empat istrinya (Foto : kmby)

Menjadi Muslim tentu harus mengimani rukun iman dan mengamalkan rukun Islam yang 5; bertauhid dengan bersyahadat bahwa tiada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali hanya Allah. Bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan utusan Allah. Artinya menjadi seorang harus benar tauhidnya serta tidak terlibat ke dalam perbuatan dan atau keyakinan syirik.

Menjadi muslim juga harus melaksanakan ibadah shalat wajib 5 waktu setiap hari. Tanpa shalat dapat dipastikan seseorang belum benar keyakinan tauhidnya. Karena itu shalat lima waktu juga membuktikan seseorang telah menjadi Islam. Mengeluarkan zakat, berpuasa dibulan Ramadhan lalu menunaikan ibadah haji bagi yang memiliki kemampuan sekali seumur hidup merupakan fondasi kokoh untuk membangun keIslaman.

Selain itu adalagi amalan unggulan yang menjadi nilai tambah atau menjadi pahala unggulan disisi Allah. Menjadi seorang Muslim yang cepat masuk sorga harus mempunyai amalan unggulan yang kelak akan dibanggakan malaikat dihadapan pengadilan hari akhirat.

Syahdan, tersebutlah dalam sejarah seorang shahabat yang gagah berani. Dia adalah Abdullah bin Jahsy seorang sahabat Rasulullah SAW. Abdullah masuk Islam sejak di Makkah. Dia dan keluarganya ikut hijrah ke Ethiopia, lalu ke Madinah. Penderitaan karena hijrah merupakan tantangan iman yang harus dihadapinya. Tantangan demi tantangan bisa dia lalui dengan bertawakkal kepada Allah.

Kalau datanglah tantangan yang cukup menggentarkan hidupnya. Perang Badar terjadi. Abdullah ikut bersama Nabi Muhammad SAW memerangi kaum Musyrikin Mekkah.

Perang Badar bertemunya dia dengan pasukan yang tidak seimbang. Kaum Muslimin dengan jumlah pasukan sedikit dan persenjataan seadanya bertemu dengan pasukan Musyrikin Qurais dengan pasukan terlatih, peralatan perang yang sangat lengkap serta jumlah pasukan yang sangat banyak. Kaum muslimin hanya 70 orang dengan membawa 2 ekor kuda sisanya berjalan kaki. Adapun Qurais datang dengan 300 pasukan yang sudah berpengalaman, senjata lengkap dan logistik yang berlimpah.

Abdullah terjun ke Medan Perang Badar dengan keberanian dan semangat yang menyala. Alhamdulilah, di tengah pertempuran yang tidak seimbang itu dia berhasil menyergap dan menangkap Walid bin Ali Walid bin al-Mughirah seorang tokoh Qurais.

Abdullah tentu bersyukur kepada Allah atas jasanya yang akan dia banggakan nanti dihadapan Allah. Adapun di dunia dia juga memperoleh dispensasi khusus sebagai veteran perang Badar, Abdullah bin Jahsy sudah dibebaskan dari perbuatan dosa.   اعملوا ما شئتم.   “Kerjakanlah apa saja yang kalian mau lakukan. Allah telah mengampuni dosa-dosa kalian”, kata Rasulullah SAW seusai perang Badar yang mengembirakan tersebut. Tapi Abdullah bin Jahsy ingin lebih dari itu. Dia ingin ada kebanggaan yang lebih yang akan menjadi saksi di dapan Allah. Maka diapun selalu berdoa, lalu Allah mengabulkan doanya.

Perang Uhud meletus. Abdullah kembali berdoa yang lebih khusus. “Ya Allah, pertemukanlah aku besok dengan seseorang yang kuat dan tangguh. Aku akan berperang ikhlas karena Mu. Kalau musuh yang kuat itu berhasil membunuhku, lalu telinga dan hidungku mereka potong akau akan membanggakan nya Bila aku bertemu denganMu kelak, engkau akan bertanya, “Abdullah mengapa telinga dan hidungmu terpotong? Aku akan menjawab karena aku berperang karena Engkau dan mengikuti ajaran RasulMu. Kata Allah engkau benar”.

Besoknya perang di Bukit Uhud itu benar-benar terjadi. Abdullah bin Jahsy bertemu dengan Abu Allah Hakam bin al-Qnas bin Syuraiq, prajurit musuh yang amat piawai mainkan pedangnya. Dalam pertempuran itu Abdullah bin Jahsy terkena tebasan pedang dari Abu al-Hakam. Dia terjatuh bersimbah darah. Tidak cukup sampai di situ, prajurit Musyrikin Qurais itu memotong telinga dan hidungnya. Lalu menggantungkan di sebuah pohon dengan tali. Tewaslah Abdullah dengan tidak punya hidung dan telinga di medan Perang Uhud.

Setelah perang usai, Sa’ad bin Abi Waqqas Mencari-cari dimana Abdullah sahabatnya itu berada. Lalu Abdullah ditemukan sudah syahid dengan kondisi tidak utuh, hidung dan telinganya terpotong, dan ditemukan di sebuah pohon menggantung. Itulah amalan unggulan Abdullah bin Jahsy di hadapan Allah nanti di akhirat.

Lalu apa amal unggulan kita nanti di hadapan Allah? “Aku akan membanggakan diantara amal unggulanku adalah memiliki banyak Istri”, jawab seorang pejuang poligami.

Bagaimana mungkin meniduri banyak wanita yang muda lagi cantik pula dapat disebut sebagai amal? Amalnya akan menjawab, “Dia ikhlas menikahi banyak perempuan karena cinta kepada ajaran yang dibawa oleh NabiMu, Rasululloh Muhammad shallallahu alaihi WA sallam. Dia menjauhi zina, memelihara kemaluannya dengan menikahi banyak wanita. Dia tegakkan sunnah RasulMu di saat yang lain mengharamkan nya. Dia buka pintu halal, lalu dia tutup pintu dosa. Malaikat telah mencatat pahalanya siang dan malam. Lalu kitab amalnya datang dari sebelah kanannya, hisabnya dimudahkan di akhirat lalu dengan wajah berseri, temukan dia dengan isteri-isterinya yang sholehah itu. Tambahkanlah perempuan yang cantik dan muda sebagai balasan pahalanya. Walau ‘alam.

About Redaksi Thayyiba

Redaksi Thayyiba
Redaktur

Check Also

Een Leiderweg is een lijdenweg. Leiden is lijden

Judul di atas atas adalah ungkapan Kasman Singodimedjo kepada Haji Agus Salim ketika mengunjungi rumah ...