Home / Artikel / Sosial / KEMENTRIAN AGAMA DAN RUMAH MAKAN PADANG

KEMENTRIAN AGAMA DAN RUMAH MAKAN PADANG

Oleh: Doni Riw

 

Rumaha makan pandang, sebuah ilustrasi (Foto : Istimewa)

 

Jika kita makan di Resto Japanese Food di sini, biasanya citarasanya sudah disesuaikan dengan selera orang Indonesia. Itu berlaku untuk semua; Chinese Food, Italian Food, dll. Masakan semacam itu sering disebut Fusion.

Istilah Fusion sendiri diambil dari terminologi musik: Fusion Jazz. Agar musik Jazz juga digemari penggemar rock, maka didandanilah musik jazz dengan estetika rock. Lahirlah Fusion.

Bagi pemegang teguh Jazz kalsik; Swing dan Bebop, Fusion tidak bisa disebut Jazz.

Kita mudah menemukan resto Chines di sini. Tetapi kita tidak akan pernah menemukan Rumah Makan berjudul Chines Food di Sanghai. Rumah Makan Padang ada di kota-kota seluruh dunia. Kecuali di kota Padang.

Begitu pula kementrian agama. Kementrian agama tidak akan pernah ditemukan di negara Islam. Sejak zaman Rasulullah SAW, KhulafurRasyidin, dan seterusnya, tidak pernah mengangkat menteri agama.

Menteri Agama hanya ada di negara sekuler. Seperti halnya Rumah Makan Padang hanya ada di luar kota Padang.

Tugas Resto Japanese Food di Indonesia adalah untuk membuat orang Indonesia merasa sudah pernah mengalami makan makanan Jepang. Meski faktanya hanya memakan-makanan citarasa Indonesia berkedok Jepang.

Begitupun tugas kementrian agama di negara sekuler; meramu agama Fusion. Agama yang sudah disesuaikan dengan selera setempat. Maka jangan heran, kalau pelajaran Agama Islam di negara sekuler harus disesuaikan dengan selera setempat. Apa yang tidak sesuai selara harus dibuang.

Siapa yang bertugas menyesuaikan masakan Jepang dengan selera setempat? Ya Resto Japanese Food itu sendiri. Siapa yang bertugas menyesuaikan Islam dengan selera setempat? Ya kementrian agama itu sendiri.

Selamat menikmati agama Fusion. Semoga anda merasa seolah-olah telah ber-Islam.

 

About Redaksi Thayyiba

Redaksi Thayyiba
Redaktur

Check Also

FOTO PRESIDEN DAN WAPRES BARU SEPI PEMBELI?

Oleh: Nanang Alfatih   Seingat saya waktu kecil dulu pernah beli atau pasang foto presiden ...