Rindu

Oleh: Inayatullah Hasyim (Dosen Univ. Djuanda Bogor)

Suatu hari Rasulallah SAW berkata kepada Ibn Mas’ud, “Bacakanlah padaku al-Qur’an” Ibnu Masud menjawab, “Bagaimana aku bacakan padamu sedangkan ia turun untukmu?”. Rasulallah SAW berkata, “Bacakanlah, sesungguhnya aku senang mendengarnya dari selain aku.”

Ibn Mas’ud kemudian membaca surah An-Nisa. Ketika sampai pada ayat 41. Rasulallah SAW berkata, “Cukup..cukup”. Air mata pun mengalir dari kedua kelopak matanya yang mulia itu.

Tahukah (ayat) tentang apa yang membuat Rasulallah SAW menangis? Tentang kita! Beliau SAW mengkhawatirkan kita, umatnya, agar tak terjebak dalam bujuk rayu syaitan.

Ayat itu berbunyi,

فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ شَهِيدًا

“Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad SAW) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)”.

Sungguh, kami merindukanmu ya Rasulallah. Rindu yang membuat Bilal bin Rabah menangis setiap kali menjadi muadzdin setelah kematianmu. Ya Allah, jadikan kami umat Rasul-Mu yang sungguh tulus mencintainya sebagaimana Rasulallah SAW sangat tulus merindukan kami, umatnya yang penuh maksiat ini.

About Redaksi Thayyiba

Redaksi Thayyiba
Redaktur

Check Also

PELAJARAN DARI ABU DZAR DAN BILAL

Oleh: Inayatullah Hasyim     Saudaraku, dalam kehidupan yang penuh problema di negeri ini, mungkin ...