Home / Kabar / Nasional / GRANAT DUAAR…!

GRANAT DUAAR…!

Oleh: M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik)

 

Granat meledak di Monas, sebuah ilustrasi (Foto : Jakarta Bisnis)

 

Dua anggota TNI luka luka akibat membuka kresek plastik yang ternyata berisi granat. Keterangan Kapolda Metro Jaya itu adalah granat asap dan masih diusut sebab keberadaannya. Diduga milik anggota Polri Dalmas yang tertinggal. Anggota TNI yang terluka masih di RSPAD dan konon belum dapat diminta keterangan. Peristiwa terjadi selasa pagi satu hari setelah acara reuni 212.

Menunggu berita investigasi lanjutan. Banyak pihak melihat keanehan dari peristiwa ledakan ini.

Pertama granat berada dalam kresek plastik. Siapa menyimpan di Monas saat pagi hari. Keterangan dugaan milik anggota Polri yang tertinggal tentu janggal. Bagaimana granat disimpan dalam kresek. Diluar prosedur.

Kedua, informasi kepolisian jenis granat tersebut adalah granat asap untuk menangani huru hara. Keterangan dari pihak TNI lain adalah bahwa granat asap itu tidak meledak dan hanya mengeluarkan asap.

Ketiga, ditemukan di Monas di pagi hari saat orang berolahraga. Jika ini bagian teror maka itu target atau motif yang tak jelas. Dikesankan bahwa “barang” tersebut adalah sampah yang semestinya diangkut.

Di Medsos ada analisis dugaan bahwa kantong plastik berisi granat itu adalah ditujukan untuk fitnah bagi acara reuni 212. Namun “gagal” karena tak ada yang menemukan dan membuka pada hari pelaksanaan acara. Allah SWT selamatkan.

Keesokan hari baru atas dasar kecurigaan anggota TNI AD yang membuka dan meledaklah…duuaar…!

Polisi harus segera menemukan data valid dari keberadaan “kresek granat” ini. Sebab jika tidak, analisa soal fitnah untuk aksi 212 akan terus berkembang. Konsekuensinya adalah tuduhan bahwa polisi memang menjadi “ahli rekayasa”. Stigma yang berbahaya. Dapat berpengaruh pada cara dan pola mengelola negara di pemerintahan Jokowi. Sejarah akan mencatat.

Karena korban adalah anggota TNI beranikah “kresek granat” ini dihubungkan dengan ISIS atau JAD. Mungkin tidak, karena pihak TNI pun akan ikut menginvestigasi. Jika dikaitkan dengan terorisme, maka “granat kresek” ini termasuk dalam terorisme kelas rendah berbiaya murah seperti “bom panci” dan “tusukan naruto”. Hanya yang dikhawatirkan selalu saja tak terungkap dalang dari pertunjukan-pertunjukan “wayang” model ini. Pengadilan terbuka tak pernah ada.

Mari kita tonton pertunjukan berikut. To be continued…dduuar..!

About Redaksi Thayyiba

Redaksi Thayyiba
Redaktur

Check Also

Napas Lega Para Koruptor

  thayyiba.com :: Hari Antikorupsi Sedunia jatuh tiap 9 Desember. Di Indonesia, peringatan hari Antikorupsi juga selalu ...