Home / Catatan / Catatan Lepas / “Alhamdulillah, Baik”

“Alhamdulillah, Baik”

Oleh: Inayatullah Hasyim (Dosen Univ. Djuanda Bogor)

(Foto : Kompasiana)

 

Ketika kita ditanya oleh seseorang, “Apa Kabar?” Jawaban kita biasanya, “Baik.” Tapi, tahukah Anda dari mana asal kata “baik” itu? Ia berasal dari bahasa Arab, “labaik”. Seperti saat kita menunaikan ibadah haji atau umrah dan mengucapkan doa talbiyah, “labaik allahuma labaik…”

Jadi, kata “baik” atau “labaik” adalah sebentuk respon atas suatu panggilan atau pertanyaan tentang hal-ihwal kita. Ketika berhaji atau umrah, kita merespon panggilan Allah untuk mengunjungi rumah-Nya, maka kita pun menjawab, Labaik.

Lebih jauh, ucapan itu adalah juga sunnah Rasulallah SAW. Aisyah meriwayatkan, “Tidaklah aku dapati seseorang yang akhlaknya lebih bagus dari Rasulallah SAW. Apabila dipanggil oleh sahabat atau keluarganya, dia selalu menjawab: Labaik”. Atas perilaku Rasulallah SAW yang mulia itu, Allah SWT memujinya dan menurunkan firman-Nya,

وإنك لعلى خلق عظيم

“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang luhur“. (QS Al-Qolam: 4).

Demikianlah, semoga kita tetap menjaga warisan sunnah Rasulallah SAW tersebut. Apalagi jika dalam menjawab pertanyaan “Apa kabar?” itu tadi, kita tambahkan dengan terlebih dahulu bertahmid, memuji kepada Allah SWT menjadi “Alhamdulillah, baik”, maka nilai pahalanya pun akan semakin banyak.

Bukankah, Imam Ibnul Qayyim berkata:

لَو رُزِقَ العَبد الدُنيَا بِمَا فِيَها ثُمَ قَالَ “الحَمدُ لِله” لَكاَنَ إِلهَامُ الله لَهُ باِلحَمْدِ أَعْظَم نِعمَةََ مِنْ إِعْطَائِهِ الدُنْيَا لأنَ نَعيمَ الدُنيَا يَفنَى وَثوابُ الحَمْدِ يَبقَى.

“Sekiranya seorang hamba mendapatkan rezeki dunia dan seluruh isinya, kemudian dia berkata, “alhamdulillah”, niscaya pemberian Allah kepadanya dengan ucapan hamdallah itu lebih besar dari pada segala nikmat dunia yang telah diterimanya. (Mengapa?). Sebab, nikmat dunia kelak berakhir sedangkan pahala atas ucapan hamdallah itu kekal (hingga yaumil akhir)”.

Ternyata sunnah-sunnah Rasulallah tidak sesempit yang kita kira, dan peluang pahala begitu banyak membentang di keseharian kita, termasuk sekedar menjawab pertanyaan saya pagi ini. “Apa kabar kawan semua?” | “Alhamdulillah, baik”.

 

About Redaksi Thayyiba

Redaksi Thayyiba
Redaktur

Check Also

PELAJARAN DARI ABU DZAR DAN BILAL

Oleh: Inayatullah Hasyim     Saudaraku, dalam kehidupan yang penuh problema di negeri ini, mungkin ...