Home / Sastra / Essai

Essai

YANG BERBAHAGIA DAN YANG BERDUKA

Oleh: Hanif Kristianto     Sejak dua hari lalu Kemeja putih dan celana hitam Sudah hamba persiapkan Demi menunggu panggilan dari sekretaris negara.   Terus saja melihat WA Menunggu panggilan telepon Jangan-jangan dari istana Tempat presiden terlantik berada.   Pada detik pengumuman pagi tadi Nama hamba tak jua dipanggil lagi ...

Read More »

Jilbab Ungu

Oleh : Cak Choirul     ETIKA menjejakkan kaki pertama kali di Hungaria pada 2016, keinginan utamaku adalah salat sunah dan fardu di masjid yang dibangun oleh kekaisaran Turki Usmani di negara Eropa Timur. Keinginan itu rasanya tak berlebihan, meskipun aku punya tugas membawa atlet selam berlatih di sebuah kota ...

Read More »

Kunti (3)

Amarah Lana  Oleh: Cak Choirul   Pohon randu tempat Sarjan dan Kunti suka membuat janji di tengah pegunungan Bukit Deret masih berdiri kokoh walaupun berusia belasan tahun. Demikian pula salah satu dahan tempat Gagak Hitam bertengger tampak kian kuat meninju langit. Anehnya, malam itu, Gagak Hitam tak terlihat. Bahkan sisa ...

Read More »

Kunti (2)

Manyapa Iblis Oleh: Cak Choirul Api unggun itu telah padam akibat amuk Sarjan yang tak sabar menunggu Kunti hingga jam tangannya menunjuk pukul 03.00 dini hari. Sarjan menggunakan sepatu boot petani hadiah dari Kepala Desa untuk membuyarkan nyala api itu, bahkan bara yang menganga tajam dihantamnya dengan sebatang pohon yang ...

Read More »

Kunti (1)

Menunggu  Oleh : Cak Choirul Malam itu, sekitar pukul 23.00, Sarjan tampak berjaket tebal sembari mendekapkan kedua tangannya di ketiak kiri kanan. Dari kedua lubang hidungnya yang tak terlalu bangir terlihat asap putih saat dia menghembuskan udara. Sesekali Sarjan menggosokkan kedua telapak tangannya yang kepucatan, selanjutnya dimasukkan ke dalam kantong ...

Read More »

Jangan Tutup Pintu Masjid-mu

Sahabatku, Bila suatu hari nanti kamu atau aku diizinkan Allah mampu membangun masjid, pesanku: Bukalah pintu masjidmu 24 jam, agar engkau tidak malu dihadapan Allah yang telah membukakan pintu ampunanNya untuk kita semua disetiap waktu. Barangkali ada saudara kita yang ingin beri’tikaf malam atau bertahajjud dan pintu masjid yang dijaga ...

Read More »

Jenderal Mustahil Menyerang Banteng Sekarat

  Oleh : Om Pirman      Para pendukung Jenderal kesal. Bertanya-tanya. Tak habis pikir. Mengapa sang Jenderal tak menyerang? Padahal lawannya sudah tak punya daya. Cukup sekali colek, lawan itu akan jatuh tersungkur. Kalah telak. Tapi sang Jenderal benar-benar punya hitungan sendiri. Ia diserang secara pribadi, tetapi cukup tersenyum. ...

Read More »

Pendukung Petahana, Antara Galau dan Dagelan

  Abang saya adalah sekretaris RW. Dia pendukung petahana yang masih setia. Saat Jokowi berkunjung ke daerah kami kemarin, Abang mendapatkan surat dari kecamatan yang meminta kehadiran. Dari Abang juga dapat informasi, bahwa ada ajakan minimal 10 keluarga per RW untuk datang dan akan ada sembako sebagai hadiah atas kedatangan ...

Read More »

Bulu Kemoceng dan Fitnah

  Seorang murid meminta maaf kepada gurunya yang telah difitnahnya. Mendengar itu Sang guru hanya tersenyum sambil bertanya “Apa kau serius?” “Saya serius, Guru” jawab sang murid. Guru terdiam sejenak, lalu bertanya, “Apakah kamu punya sebuah kemoceng ?” “Ya Guru, saya punya. Apa yang harus saya lakukan dengan kemoceng itu?” ...

Read More »

SANDIAGA EFFECT

 Oleh : Setiawan Budi (Pemerhati sosial dan politik)      Semalam berkunjung kerumahnya seorang teman yang kebetulan menjadi diehard Jokowi. Segala atribut tentang Jokowi ada di rumahnya, mulai dari jam dinding sampai ke mainan kunci.  Sudah hampir 3 tahun gak bertemu dengan nya, malam ini karena ada berita duka dari ...

Read More »